Tim PKMI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Laksanakan Pengabdian Masyarakat untuk Membentuk Family Educators Sebagai Upaya Pengurangan Food Waste Rumah Tangga di Kecamatan Nambo

Berita Utama9695 Dilihat

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Pada Sabtu, 09 November 2024, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo (UHO) yang terdiri dari Ketua yaitu Nurmaladewi, S.KM., M.P.H dan 4 anggota yaitu Dr. Nurnashriana Jufri., S.KM., M.Kes, Fifi Nirmala G., S.Si., M.Kes, Jusniar Rusliafa, S.KM., M.Kes, dan Rizki Eka Sakti Octaviani K., S.Gz., M.Kes menggelar edukasi guna membentuk fasilitator dalam mempromosikan gaya hidup minim limbah (zero waste) dalam keluarga.

Sampah rumah tangga, terutama limbah organik dari sampah makanan di dapur menyumbang sebagian besar dari total sampah yang dihasilkan setiap hari. Jika limbah ini dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir (TPA), ia akan membusuk dan menghasilkan gas metana, yang merupakan gas rumah kaca berbahaya.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Nambo yang disambut oleh  Sekretaris Camat, Syahmad, S.IP dan juga pihak Puskesmas Nambo. Sasaran dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah seluruh kader PosyanduKecamatan Nambo yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Mereka diajarkan bagaimana bahan makanan dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan sisa yang tidak bisa dikonsumsi diolah menjadi eko-enzim. Eko-enzim adalah larutan fermentasi alami yang dibuat dari sisa-sisa buah dan sayuran, terutama limbah organik seperti kulit buah, yang dicampur dengan gula dan air.

Eko-enzim memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari, terutamakarena sifatnya yang serba guna dan ramah lingkungan.

Nurmaladewi, S.KM., M.P.H selaku Ketua Pelaksana KegiatanPKM Internal UHO ini menyatakan, bahwa eko-enzim merupakan alternatif alami dari bahan kimia sintesis berbahaya di rumah. Eko-enzim dapat digunakan sebagai pembersih alami untuk membersihkan lantai, dapur, kamar mandi, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Eko-enzim juga membantu mengurangipolusi udara dan sebagai pupuk organik atau pengkondisi tanahuntuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukungpertumbuhan tanaman.

Dr. Nur Nashriana Jufri, S.KM., M.Kes sebagai salah satu pemateri menjelaskan, bahwa Family educator atau pendidik keluarga dapat berperan penting dalam mengurangi food waste (pemborosan makanan) melalui edukasi dan penyuluhan kepada keluarga tentang cara-cara bijak dalam mengelola dan memanfaatkan makanan.

Pada kegiatan ini, para peserta juga dibekali dengan modul agar nantinya dapat memperkuatpemahaman mereka diluar sesi pertemuan. Antusias yang sangat baik terhadap kegiatan ini terlihat dari sesi tanya jawab dimanabeberapa peserta mengajukan beberapa pertanyaan, salah satunya oleh ibu Misrawati yang merupakan kader senior seKecamatan Nambo, serta dari ibu Pety Pera dan Ibu Alfiah.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menggunakan modul. Modul pelatihan bagi Family Educator untuk penanganan sampah makanan rumah tangga merupakan elemen penting dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat yang berfokus pada lingkungan.

Modul pelatihan ini membantu mengedukasi Family Educator tentang pentingnya mengurangi sampah makanan sejakdari sumbernya, yaitu rumah tangga. Melalui pendekatan ini, masyarakat menjadi lebih sadar terhadap dampak sampah makanan terhadap lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca dan pencemaran tanah.

Family Educator dilatih untuk memberikan pengetahuan praktis kepada keluarga mengenai cara bijak dalammengelola bahan pangan. Ini termasuk perencanaan belanja yang efektif, penyimpanan makanan yang benar, dan cara mengolah sisa makanan. Perubahan perilaku ini membantu keluarga mengurangi jumlah sampah makanan.

Dengan adanyapelatihan ini, jumlah sampah rumah tangga yang masuk ketempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang, sehingga mengurangi beban penanganan dan pengelolaan sampah oleh pemerintah.

Program ini berpotensi mengurangi biayaoperasional dalam pengelolaan sampah di tingkat pemerintah. Edukasi ini diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih sehat dan aman. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *