Tim Dosen FKM UHO Edukasi dan Latih Masyarakat Sodoha Kendari Buat LRB Sebagai Alternatif Pengendalian Banjir dan Optimasi Kompos Organik

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Tim Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) Sebagai Alternatif Pengendalian Banjir dan Optimasi Kompos Organik di Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Edukasi LRB sendiri dilaksanakan pada 16 November 2024. Sedangkan pelatihan pembuatan LRB pada 23 November 2024.

Pelatihan ini tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) UHO. Adapun tim dosen yang tergabung dalam program ini, adalah Dr. Asnia Zainuddin, M.Kes (Ketua); Irma Yunawati, S.KM., M.P.H (Anggota); Sri Tungga Dewi, S.KM., M.M.R (Anggota); Aliasis Maruka, S.Pd., M.Pd.AIFO-P (Anggota); dan Siti Rabbani Karimuna, S.KM., M.P.H (Anggota).

Ketua Tim PKMI UHO, Dr. Asnia Zainuddin, M.Kes mengatakan, bahwa Kecamatan Kendari Barat merupakan wilayah padat penduduk di Kendari yang memiliki beberapa permasalahan, yaitu terbatasnya permukaan tanah terbuka dan lahan sekitar rumah/bangunan ditutup menggunakan paving block sehingga membuat daerah resapan menjadi semakin berkurang.

Selain itu, permasalahan pengelolaan sampah yang belum optimal, masih banyak sampah yang dibuang sembarangan dan warga masyarakat masih mencampur antara sampah organik dan anorganik. Kesadaran masyarakat masih minim mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan belum memaksimalkan kepemilikan lahan terbuka.

“Beberapa permasalahan ini dapat mencemari dan merusak lingkungan, sehingga mengakibatkan berkurangnya cadangan air tanah dan risiko banjir pada daerah tersebut. Salah satu peristiwa yang membuktikannya adalah kejadian banjir besar pada 6 Maret 2024 yang menerjang pemukiman warga, menghanyutkan rumah dan kendaraan, serta melumpuhkan operasional rumah sakit,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, solusi yang ditawarkan yaitu bagaimana meningkatkan kesadaran dan skill masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pembuatan lubang resapan biopori sebagai alternatif pengendalian banjir dan optimasi kompos organik di Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Melalui pelatihan ini diharapkan warga masyarakat dapat menerapkannya di lingkungan rumah masing-masing secara mandiri. LRB didefinisikan sebagai salah satu produk teknologi sederhana yang dalam proses pembuatan dan pengerjaannya terhitung murah serta tidak membutuhkan lahan yang luas untuk penanamannya. Secara umum, biopori terbagi menjadi dua jenis yaitu biopori alam dan biopori buatan.

Biopori alam terbentuk akibat adanya aktivitas organisme hidup dalam tanah seperti cacing, rayap, dan pergerakan akar-akar tanaman. Aktivitas organisme hidup dalam tanah mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang kecil yang mampu dilalui oleh udara dan air. Hasil dari resapan air hujan akan terkumpul menjadi air tanah.

LRB adalah wujud dari biopori buatan, LRB merupakan sebuah lubang silindris yang sengaja dibuat secara vertical ke dalam tanah dengan kisaran diameter 10-30 cm dan untuk kedalamannya tidak disarankan melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang yang telah dibuat kemudian dapat diisi oleh bahan organik (sampah serasah).

“Bahan organik dalam biopori akan didatangi oleh cacing tanah sehingga akan terjadi proses dekomposisi alami serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Adanya biopori buatan juga memberikan dampak positif pada tersedianya sumber cadangan air bawah tanah dan tumbuhan,” ujarnya.

Selain itu, perubahan karakteristik iklim atau cuaca menyebabkan kondisi ekstrem, dimana saat musim kemarau cadangan air tanah menurun sedangkan pada musim hujan risiko banjir meningkat.

Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran dan skill masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pembuatan lubang resapan biopori sebagai alternatif pengendalian banjir dan optimasi kompos organik di Kelurahan Sodohoa Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.

“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat Kelurahan Sodohoa,
Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari tentang pembuatan lubang resapan biopori sebagai
alternatif pengendalian banjir dan optimasi kompos organik sehingga diharapkan setelah
pelatihan ini warga masyarakat dapat menerapkannya di lingkungan rumah masing-masing secara mandiri,” ujarnya.

Diketahui, untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat di Kel. Sodoha, Kec. Kendari Barat, Kota Kendari, FKM UHO bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), telah melakukan berbagai kegiatan oleh dosen dan mahasiswa seperti kuliah kerja nyata (KKN) dan pelatihan kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pendidikan dan kesehatan.

Sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat, termasuk masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kerjasama antara FKM, FKIP dan mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan hasil maksimal yang mana dosen FKM dan FKIP memiliki kemampuan dan kompetensi dalam bidang diseminasi informasi dan pelatihan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *