Inovasi Ekoenzim: Solusi Tim Pengabdian Fakultas Pertanian UHO Tingkatkan Hasil Hortikultura dan Pendapatan Petani Madodo

HaluoleoNews.ID, MUNA – Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan kontribusinya dalam meningkatkan kapasitas petani di daerah, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan Ekoenzim dari Limbah Organik untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Hortikultura di Desa Madodo, Kabupaten Muna”. Program ini menjadi solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah organik sebagai ekoenzim guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian hortikultura.

Kegiatan PKM yang berlangsung di Desa Madodo ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Tresjia C. Rakian, M.P, ahli ilmu pertanian, bersama tim yang terdiri atas Dr. Awaluddin Hamzah, S.P., M.Si dan Suriana, S.P., M.Si (ahli agribisnis), serta Nur Isnaini Ulfa, S.Si., M.Si (ahli proteksi tanaman).

Prof. Tresjia menjelaskan bahwa Desa Madodo memiliki potensi pertanian hortikultura yang cukup tinggi. Namun, masyarakat masih menghadapi hambatan dalam meningkatkan produksi, terutama akibat ketergantungan pada pupuk kimia secara berlebihan.

“Penggunaan pupuk kimia yang tidak terkontrol dapat merusak tanah dan menurunkan kualitas lingkungan,” ujarnya. Karena itu, tim PKM menawarkan solusi melalui pemanfaatan ekoenzim berbahan dasar limbah organik yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan hasil panen.

Ia mengungkapkan, program PKM ini tidak hanya fokus pada produksi ekoenzim, tetapi juga pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat Desa Madodo. Teknologi yang dikenalkan meliputi, Pembuatan ekoenzim dari limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan limbah tanaman lainnya dan Strategi pemasaran tanaman hortikultura melalui media online, seperti Facebook dan WhatsApp, untuk meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.

Selain meningkatkan produktivitas tanaman, bebernya, ekoenzim juga dapat menjadi produk bernilai ekonomis yang bisa dipasarkan oleh masyarakat sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengembangan ekoenzim ini sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan.

Di mana, lanjutnya, limbah organik yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi input pertanian yang membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia.

“Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik menjadi produk bermanfaat, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan,” tambah Prof. Tresjia.

Lebih jauh, pelaksanaan PKM ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Madodo mengenai pentingnya pertanian ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.

“Pengabdian ini kami rancang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dalam aspek pertanian, lingkungan, maupun ekonomi,” tutup Prof. Tresjia.

Dengan adanya program tersebut, Desa Madodo diharapkan mampu menjadi contoh penerapan teknologi ekoenzim dalam meningkatkan produktivitas hortikultura di Kabupaten Muna dan wilayah sekitarnya. (*)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *