HaluOleoNews.ID, BUTON SELATAN – Kepolisian Resor Buton (Polres) resmi membuka pelatihan penjamah makanan bagi calon relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Buton Siompu Tongali, yang digelar di Aula Balai Desa Batuawu, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung operasional program pemenuhan gizi masyarakat yang digagas oleh BGN (Badan Gizi Nasional). Pelatihan tersebut diikuti puluhan relawan yang akan bertugas dalam pengelolaan dapur SPPG di wilayah Siompu.
Acara pembukaan dihadiri oleh Koordinator Wilayah BGN Buton Selatan, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Baubau, Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kapolres Buton beserta jajaran Polsek Siompu, serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari.

Koordinator Wilayah Buton Selatan, Kasim, S.Si., M.Han, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sembilan SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Buton Selatan. Dari jumlah tersebut, tujuh sudah beroperasi, sementara dua lainnya masih dalam tahap persiapan, yakni SPPG Siompu dan SPPG Siompu Barat.
“Jika segera dioperasikan, SPPG Siompu akan menjadi yang pertama aktif di wilayah Siompu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah relawan SPPG Polres Buton Siompu Tongali mencapai 51 orang, terdiri dari 48 relawan dan 3 staf Badan Gizi. Pada tahap awal peluncuran, program ini ditargetkan menjangkau 2.332 penerima manfaat, yang akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala KPPG Kendari Sulawesi Tenggara, Mulyadi, S.Km., M.Si., mengaku bangga dan terharu atas hadirnya SPPG di wilayah Siompu, yang juga merupakan daerah asalnya.
“Selama ini saya sering mendapat pertanyaan kapan masyarakat bisa menerima program MBG. Dengan adanya dukungan Kapolres Buton, saya berharap percepatan operasional SPPG ini segera terwujud sehingga masyarakat Siompu bisa segera merasakannya,” ungkapnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini, seluruh relawan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN.
Dalam sambutannya, Kapolres Buton, AKBP Ali Rais Ndraha, S.H., S.I.K., M.M.Tr, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan administrasi dan sumber daya manusia dalam operasional SPPG ke depan, termasuk pemahaman yang jelas terkait tugas dan fungsi masing-masing personel.

“Saya harap pengelolaan SPPG ini dapat berjalan lebih baik, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan tugas di lapangan. Setiap personel harus memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mengetahui alur koordinasi yang jelas,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan mampu menjalankan tugas sebagai penjamah makanan secara profesional, sehingga program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. (*)






