HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pembentukan karakter, disiplin, serta peningkatan kompetensi pelayanan publik. Hal tersebut ditegaskan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sultra, Senin (18/5/2026).
Pelatihan dasar tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi CPNS sebelum resmi menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara secara penuh. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode blended learning, yakni perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka, agar peserta tidak hanya memahami teori administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu membangun kesiapan mental dan karakter sebagai pelayan publik.
Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa ASN pada hakikatnya adalah pelayan masyarakat. Karena itu, setiap aparatur dituntut memiliki profesionalisme, disiplin, integritas, serta kemampuan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.

“Yang paling inti sebenarnya kita semua adalah pelayan masyarakat. Karena itu, profesionalisme ASN harus terlihat dalam cara melayani, bekerja cepat, disiplin, dan mampu memberikan solusi,” tegas gubernur di hadapan peserta Latsar.
Menurutnya, pelatihan dasar bukan sekadar agenda formalitas maupun tahapan administratif setelah seseorang dinyatakan lulus seleksi CPNS. Lebih dari itu, Latsar menjadi ruang pembentukan pola pikir, etika kerja, loyalitas, dan kesiapan aparatur agar mampu menjalankan tugas pemerintahan secara profesional.
Ia menjelaskan, seseorang yang baru diterima sebagai CPNS masih membutuhkan proses pembinaan dan penyamaan kemampuan agar memiliki kesiapan yang sama dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Karena itu, pelatihan dasar menjadi tahapan penting dalam membangun aparatur yang siap bekerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Gubernur bahkan mengibaratkan proses tersebut seperti pendidikan dasar yang dijalani seorang prajurit sebelum ditempatkan di satuan kerja. Meskipun telah lulus seleksi, seseorang tetap harus melewati proses pendidikan dan pembentukan karakter agar memahami sistem kerja, aturan, dan tanggung jawab yang akan dijalankan.

Menurutnya, birokrasi pemerintahan membutuhkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki loyalitas, mental pengabdian, serta kemampuan bekerja dalam tekanan dan tantangan pelayanan masyarakat.
“Karakter tidak bisa dibentuk secara instan. Loyalitas, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, itu semua dibangun melalui proses,” ujarnya.
Ia menilai salah satu tantangan birokrasi saat ini adalah bagaimana menghadirkan ASN yang benar-benar bekerja untuk masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi atau hadir secara formal di kantor.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong agar setiap pelatihan ASN benar-benar berorientasi pada pembentukan aparatur yang profesional, responsif, dan memiliki semangat pengabdian.
“Pemerintah tidak membutuhkan ASN yang hanya sekadar hadir di kantor, tetapi ASN yang benar-benar mengabdi dengan sepenuh hati, profesional, bertanggung jawab, dan memiliki integritas,” katanya.

Lebih lanjut, gubernur menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan aparatur yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. ASN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana birokrasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, mempercepat pelayanan, serta memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Karena itu, pembentukan karakter ASN menjadi bagian penting dalam menciptakan birokrasi yang sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka juga mengingatkan seluruh peserta Latsar agar memahami dan memegang teguh visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Ia berharap para peserta mampu menjadi generasi ASN baru yang membawa semangat perubahan, menjaga integritas, serta mampu bekerja secara profesional di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.
Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2026 sendiri diikuti peserta dari berbagai perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain pembelajaran teknis dan administrasi pemerintahan, peserta juga akan mendapatkan pembinaan mengenai nilai-nilai dasar ASN, etika birokrasi, disiplin, kepemimpinan, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

Melalui pelaksanaan Latsar tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap dapat melahirkan aparatur sipil negara yang tidak hanya memiliki kompetensi kerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat melayani, dan komitmen untuk bekerja demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. (ADV)






