HaluOleoNews.ID, JAKARTA — Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor kemaritiman kembali ditegaskan melalui audiensi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Rabu sore (7/12/2025), di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka diterima langsung oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan. Audiensi membahas agenda strategis, terutama koordinasi persiapan peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, serta dukungan KKP terhadap pengembangan potensi kemaritiman Sulawesi Tenggara.
KNMP Desa Sorue Jaya merupakan salah satu program strategis KKP di daerah. Kawasan tersebut memiliki shelter pendaratan ikan seluas sekitar dua hektare dan dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari terintegrasi dengan konektivitas langsung ke Pulau Bokori dan Pantai Toronipa. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi bengkel nelayan untuk mendukung perawatan sarana tangkap serta sentra wisata kuliner berbasis hasil laut.
“Artinya, kawasan ini memiliki banyak aspek potensial yang saling terintegrasi, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.
Ia menambahkan, secara geografis lokasi KNMP Sorue Jaya sangat strategis karena hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari bandara atau kurang lebih 38 kilometer, dengan akses jalan yang memadai. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga merencanakan pembangunan 1.000 unit rumah nelayan melalui APBD, dengan sekitar 100 unit di antaranya akan dibangun di kawasan KNMP Sorue Jaya.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur juga memaparkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan Sultra. Di Kabupaten Wakatobi, industri perikanan tercatat mampu menghasilkan sekitar 1.177.857 ton ikan tuna, cakalang, dan tongkol per tahun. Selain itu, Sultra juga memiliki potensi industri garam di Desa Wumbulasa, Kabupaten Bombana, yang dinilai dapat terus dikembangkan.
Gubernur berharap dukungan KKP dapat diperluas agar potensi kemaritiman Sulawesi Tenggara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri KKP menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sejalan dengan pengembangan kawasan pesisir. Program tersebut antara lain penguatan Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tambak garam dan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis maritim.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan. (Red)






