HaluOleoNews.ID, KENDARI – Halal Center IAIN Kendari berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baru-baru ini.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem halal di Sulawesi Tenggara sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun global.
Rektor IAIN Kendari, Husain, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap tiga sektor sekaligus, yakni UMKM, juru sembelih halal, dan penyelia halal.
“Kegiatan ini sangat positif. Pertama, UMKM yang memiliki sertifikasi melalui skema self declare dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya. Kedua, semakin banyak juru sembelih halal yang memiliki kompetensi, tidak hanya berdasarkan pengalaman. Ketiga, tersedianya penyelia halal bersertifikat, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memang membutuhkan penyelia halal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Halal Center IAIN Kendari, Mahfuz, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyasar sertifikasi produk UMKM, tetapi juga pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dan penyelia halal.
“Ada tiga rangkaian kegiatan. Pertama, memastikan para penyembelih di RPH Kota Kendari tersertifikasi Juleha. Kedua, produk pelaku UMKM tersertifikasi halal. Ketiga, SPPG memiliki penyelia halal yang tersertifikasi,” ungkapnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan dokumen sebagai syarat utama pengajuan sertifikasi. Pendampingan ini dinilai penting karena masih banyak pelaku usaha yang terkendala pada aspek administrasi.
Sebelumnya, Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Rahardian Triaji, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan mendorong penguatan UMKM sekaligus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
“Kegiatan kolaborasi ini kami wujudkan untuk mendorong penguatan UMKM serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Karena itu, kami menyelenggarakan pelatihan sertifikasi halal melalui skema sertifikasi halal inklusif dan peningkatan kompetensi SDM,” pungkasnya. (Red)












