HaluOleoNews.ID, KENDARI – Kendari kembali menunjukkan perannya sebagai kota yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Dalam rangkaian kegiatan The 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum, Kota Kendari dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Kerja Sama Internasional bagi Pemerintah Daerah se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan strategis yang dipusatkan di Kantor Bappeda Kota Kendari tersebut diikuti berbagai delegasi pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam membangun kemitraan internasional yang profesional, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Tim Kerja Sama Teknik Antar Negara Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Fasker) Kemendagri bersama program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar).
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan instrumen CoMatrix, sistem monitoring dan evaluasi digital yang digunakan untuk mengukur efektivitas kerja sama luar negeri pemerintah daerah. Materi yang diberikan mencakup kesiapan tata kelola, kesesuaian administrasi, efektivitas implementasi program, hingga pengukuran dampak kerja sama internasional terhadap masyarakat daerah.
Salah satu pemateri dari Tim Fasker Kemendagri mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan menyamakan standar pengelolaan kerja sama internasional di seluruh daerah di Indonesia.
“Pelatihan ini bertujuan agar setiap daerah, baik yang terkategori berkembang maupun maju, memiliki standar yang sama dalam mengelola kemitraan internasional. Kami ingin memastikan setiap MoU yang ditandatangani membawa manfaat konkret, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.
Pada sesi praktik, seluruh delegasi mengikuti simulasi langsung pengisian data melalui platform monitoring kerja sama internasional Kemendagri. Para peserta didampingi fasilitator untuk memahami sistem pelaporan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Kepercayaan menjadikan Kota Kendari sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut dinilai sebagai bukti meningkatnya posisi strategis Kendari sebagai kota yang aktif membangun jejaring internasional dan membuka ruang kolaborasi global.
Momentum pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 juga menjadi peluang besar bagi Kendari untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari sektor pemerintahan, investasi, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan kepada delegasi nasional maupun internasional.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Kendari menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan diplomasi daerah serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam menghadapi tantangan kerja sama global di era modern.
Pelatihan ini diikuti sejumlah delegasi pemerintah daerah dari berbagai wilayah seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, serta pemerintah kota dan kabupaten di antaranya Makassar, Bau-Bau, dan Wakatobi.
Melalui kegiatan tersebut, Kota Kendari diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang siap bersaing, terbuka terhadap kolaborasi internasional, serta mampu menjadi pusat pengembangan kerja sama antar daerah di kawasan Asia-Pasifik. (Red)






