LPPM IAIN Kendari Gagas Pembentukan Sentra Ekonomi Kreatif di Pulau Labengki

Haluoleo.ID, KENDARI- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggagas program pengabdian kepada masyarakat berupa pembentukan sentra ekonomi kreatif (Ekraf) di Desa Wisata Labengki, kabupaten Konawe Utara (Konut).

Program ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara LPPM dan Pemerintah Desa yang dilaksanakan di Desa Labengki, Minggu (17/9).

Ketua LPPM Dr. Abdul Kadir menjelaskan, pembentukan sentra Ekraf merupakan wujud keterlibatan IAIN Kendari dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tergolong rendah dikarenakan masih bergantung pada potensi kelautan dan perikanan yang jumlahnya kian terbatas.

Selain itu, bisnis homestay yang juga mereka geluti belum dapat menjamin kesejahteraan sebab jumlah kunjungan wisatawan tidak menentu akibat keterbatasan fasilitas jika dibandingkan dengan tujuan wisata lain seperti Bali dan Lombok.

“Melalui pengembangan ekonomi kreatif khususnya pada bidang kriya atau kerajinan tangan diharapkan membuka peluang ekonomi bagi warga Labengki,” ujarnya, Selasa (19/9)

Desa Labengki berada di kawasan wisata pulau Labengki yang telah tersohor hingga ke mancanegara karena keindahan pantai karang dan pesona bawah laut yang lestari.

Selain potensi pariwisata, desa ini memiliki potensi lain untuk dikembangkan antara lain bahan baku kerajinan tangan berbagai jenis kulit kerang yang banyak bertebaran di sepanjang pantai. Potensi ini dapat bernilai ekonomi tinggi apabila diolah menjadi produk inovatif dan dipasarkan secara global.

Produk hiasan kerang tersebut telah dipamerkan dalam KKN Expo IAIN Kendari tahun 2023 dan berhasil mendapat perhatian tim penilai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra), terutama pada aspek inovasi, kualitas dan potensi pasarnya. Produk tersebut dinobatkan sebagai produk terbaik mengalahkan lebih dari 200 produk yang dibuat oleh peserta KKN dan akan diikutkan pada lomba ekraf tingkat nasional.

Mengenai strategi pengembangan ekonomi kreatif di daerah tersebut, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. Syamsuddin mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menyusun roadmap pengembangan produk mulai dari insentif atau modal, peningkatan keahlian, penyediaan peralatan sampai pada pemasaran produk.

”Kami akan melibatkan mitra untuk mendukung keberhasilan program ini. Mulai dari modal sampai pemasarannya. Target kita produk ini dipasarkan secara nasional bahkan jika memungkinkan kita akan membuka pasar ekspor. Kami sudah menyiapkan trainer berpengalaman untuk melatih warga terutama bagaimana menguasai tahapan ekspor,” paparnya.

Kepala Desa Labengki H. kamaruddin merespon positif gagasan ini dan bersedia mengalokasikan dana untuk membantu penyediaan peralatan yang dibutuhkan.

”Saya menilai aktifitas kelompok pengrajin belum optimal karena mereka beranggapan usaha ini tidak menjanjikan kesejahteraan. Tetapi dengan keterlibatan pihak IAIN, saya yakin pemikiran ibu-ibu disini akan terbuka dan mau menekuni usaha kerajinan tangan sebagai salah satu sumber pencaharian utama. Harapan saya program ini bisa membawa perubahan bagi warga kami yang sebagain besar masih tergolong pra sejahtera,” pungkasnya. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *