HaluOleoNews.ID, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mengakui bahwa upaya peningkatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta mobilitas untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha menjelaskan bahwa kegiatan edukasi kepada masyarakat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, terutama karena harus menjangkau berbagai daerah di kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Memang ada beberapa kendala yang kami hadapi, seperti keterbatasan SDM serta mobilitas untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, OJK Sultra tetap berupaya meningkatkan intensitas edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan yang legal serta terhindar dari praktik penipuan investasi maupun pinjaman online ilegal.
Sebagai langkah penguatan, OJK juga telah menyiapkan sistem pengaduan dan layanan informasi bagi masyarakat. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan aktivitas jasa keuangan.
Namun demikian, setiap laporan yang masuk tetap harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran hukum atau aktivitas keuangan ilegal.
Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berharap upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk dan layanan keuangan yang aman dan legal. (Red)






