Dr. Muliddin Resmi Daftar Bakal Calon Rektor UHO 2026–2030, Usung Visi Inovasi dan Akselerasi Menuju Kampus Kelas Dunia

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Nama baru kembali meramaikan bursa pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030. Mantan Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FTIK) UHO, Dr. Muliddin, S.Si., M.Si, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor di sekretariat pendaftaran, Senin pagi.

Dr. Muliddin tiba di lokasi pendaftaran sekitar pukul 09.00 WITA didampingi anak dan sejumlah anggota keluarganya. Usai menyerahkan berkas pendaftaran, ia menyatakan seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan panitia telah dipenuhi.

“Insya Allah saya siap. Dari sisi persyaratan administrasi maupun pengalaman manajerial, semuanya sudah terpenuhi. Saya sudah berpangkat Lektor Kepala dengan golongan IV/b,” ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, pengalaman kepemimpinannya di lingkungan UHO telah dimulai sejak 2003 melalui berbagai jabatan tambahan, mulai dari tingkat jurusan, laboratorium, fakultas hingga lembaga.

“Saya pernah bertugas di jurusan, laboratorium, kemudian di tingkat fakultas sebagai Wakil Dekan dan Dekan. Terakhir saya mendapat amanah di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dengan pengalaman itu, saya merasa memahami berbagai persoalan yang dihadapi UHO dan apa yang harus dilakukan untuk membawanya lebih maju,” katanya.

Menurut Dr. Muliddin, keputusannya maju sebagai bakal calon rektor dilandasi keinginan untuk mengawal pencapaian visi besar UHO sebagai universitas kelas dunia yang unggul dalam pengelolaan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

“Saya merasa pantas dan layak untuk mengawal UHO mencapai visi besarnya. Dengan pengalaman manajerial dan jejaring yang saya miliki, saya yakin bisa berkontribusi membawa UHO lebih maju ke depan,” ungkapnya.

Dalam kontestasi pemilihan rektor kali ini, Dr. Muliddin mengusung visi “Inovasi dan Akselerasi Berkelanjutan UHO Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia.”

Menurutnya, visi tersebut disusun dengan mengacu pada visi UHO, Rencana Strategis (Renstra) UHO 2025–2029, Rencana Induk Pengembangan (RIP), serta Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Target UHO menjadi perguruan tinggi kelas dunia pada 2045 tinggal sekitar 20 tahun lagi. Bagi saya, itu bukan waktu yang panjang. Karena itu dibutuhkan inovasi dan percepatan agar target tersebut dapat dicapai,” jelasnya.

Ia menilai berbagai terobosan dan langkah akseleratif perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta reputasi internasional kampus.

Terkait calon lain yang juga maju dalam pemilihan rektor, Dr. Muliddin menegaskan dirinya tidak menganggap mereka sebagai lawan ataupun kompetitor yang harus dijatuhkan.

“Saya melihat semua calon memiliki niat baik yang sama untuk kemajuan UHO. Saya sangat mengapresiasi itu. Pada akhirnya, pilihan akan ditentukan oleh para pemilik suara berdasarkan visi, rekam jejak, dan kapasitas masing-masing calon,” ujarnya.

Ia juga berharap proses pemilihan rektor dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi.

“Universitas harus menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang baik. Kita bersaing secara sehat dan saling menghormati,” katanya.

Sebagai akademisi yang memiliki latar belakang keilmuan oseanografi, Dr. Muliddin optimistis dapat mengembangkan keunggulan UHO yang selama ini berfokus pada pengelolaan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

“Latar belakang pendidikan saya adalah oseanografi, baik S2 maupun S3. Jadi secara keilmuan, bidang pesisir dan kelautan memang menjadi bagian dari kompetensi saya,” tuturnya.

Dengan penuh keyakinan, ia menegaskan kesiapan dan optimisme untuk mengikuti seluruh tahapan pemilihan rektor.

“Kalau sudah mendaftar, tentu harus optimistis. Tidak boleh pesimis. Bismillah, saya optimistis,” pungkasnya. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita