HaluOleoNews.ID, BAUBAU – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka melaksanakan kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan di Kota Baubau, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan Safari Ramadan tersebut dipusatkan di rumah jabatan Wali Kota Baubau dan diisi dengan penyerahan paket bantuan sosial secara pribadi dari Gubernur Sultra kepada masyarakat, yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa Safari Ramadan tahun 2026 dilakukan dengan pembagian wilayah kerja antara dirinya dan Wakil Gubernur Sultra, Hugua.
Ia menyebutkan, pada Safari Ramadan tahun ini dirinya secara khusus menyambangi wilayah kepulauan, termasuk Kota Baubau. Sementara Wakil Gubernur Hugua melaksanakan kegiatan serupa di wilayah daratan Sulawesi Tenggara.
“Jika pada tahun 2025 lalu saya lebih fokus di wilayah daratan, maka tahun ini kami membagi wilayah kerja. Saya mengunjungi daerah kepulauan, termasuk Baubau, sedangkan Pak Hugua melaksanakan Safari Ramadan di wilayah daratan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Di hadapan jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Baubau, orang nomor satu di Bumi Anoa itu juga menyampaikan permohonan maaf atas persiapan kegiatan yang terkesan mendadak akibat padatnya agenda pemerintahan.
Ia secara terbuka merefleksikan perjalanan satu tahun masa kepemimpinannya yang diakui masih memiliki berbagai kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyadari masih banyak aspek yang belum tersentuh sepenuhnya, baik di sektor kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat. Selaku pemerintah, kami memohon maaf jika pelayanan selama ini belum maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa percepatan pembangunan daerah kerap menghadapi kendala, terutama terkait regulasi kebijakan dan pengelolaan fiskal.
Ia mencontohkan rencana pelebaran Bandara Betoambari yang telah lama direncanakan, namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini setelah melalui berbagai tahapan regulasi dan prosedur yang berlaku.
“Mengelola fiskal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada prosedur dan aturan hukum yang harus dipatuhi agar tidak terjadi pelanggaran. Itulah mengapa bantuan untuk pelebaran bandara baru bisa kita eksekusi tahun ini setelah melewati semua tahapan regulasi,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi serta keterbatasan anggaran, Gubernur Sultra menegaskan komitmennya untuk tetap menuntaskan berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah provinsi.
Ia memastikan bahwa sisa masa jabatannya akan difokuskan untuk menyelesaikan berbagai kewajiban pembangunan yang masih tertunda dengan menerapkan prinsip skala prioritas.
Usai kegiatan Safari Ramadan di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Gubernur Sultra didampingi Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, melanjutkan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Jami’atus Sholihin.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi dan ibadah bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat selama bulan suci Ramadan. (Red)












