HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM menyebut bahwa sepanjang tahun 2025, Kota Kendari menjadi daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) terbanyak.
“Tercatat sebanyak 124 kali pelaksanaan GPM di tahun 2025. Sementara di tahun 2026 ini, sudah lebih dari 27 kali kita laksanakan,” ujar Siska.
Capaian tersebut menjadikan Kendari sebagai salah satu daerah paling aktif dalam menggelar intervensi pasar melalui program GPM. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah dinamika pasar.
Menurut Wali Kota, GPM merupakan strategi konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan bahan pangan, terutama kebutuhan pokok masyarakat. Dengan pelaksanaan yang masif dan berkelanjutan, Pemkot Kendari ingin memastikan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga.
“Kita tidak ingin masyarakat mengeluh karena kenaikan harga. Karena itu, pemerintah hadir melalui GPM untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” tegasnya.
Selain intensif menggelar GPM, Pemerintah Kota Kendari juga memperkuat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok dengan membentuk satuan tugas (satgas). Satgas ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kejaksaan Negeri (Kajari), kepolisian, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan harga bahan pokok di pasaran tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kita bekerja sama membentuk satgas agar tidak ada harga di Kendari yang melebihi HET. Ini penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah,” jelasnya.
Pemkot Kendari optimistis, dengan kombinasi pelaksanaan GPM yang konsisten dan pengawasan lintas sektor, stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red)












