HaluOleoNews.ID, KENDARI – Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 menyampaikan apresiasi kepada seluruh bakal calon (Balon) rektor yang telah menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan proses pemilihan yang kondusif, demokratis, dan akuntabel.
Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof. Ali Baim, mengatakan bahwa hingga berakhirnya masa pendaftaran, seluruh tahapan berjalan dengan baik dan penuh semangat kebersamaan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan proses pemilihan rektor yang berkualitas dan mampu menjaga marwah institusi.
“Secara kolektif kami merasa bergembira karena seluruh bakal calon rektor menunjukkan komitmen yang sama untuk menciptakan proses Pilrek yang kondusif, akuntabel, dan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Prof. Ali Baim.
Ia menilai, suasana yang terbangun selama tahapan pendaftaran menunjukkan kedewasaan sivitas akademika UHO dalam menyikapi proses demokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Perbedaan visi dan gagasan yang dimiliki para calon, lanjutnya, tidak mengurangi semangat untuk menjaga persatuan dan keharmonisan kampus.
Lebih lanjut, Prof. Ali Baim mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilrek UHO kali ini mencatat sejarah baru. Pasalnya, jumlah pendaftar bakal calon rektor mencapai 11 orang, angka tertinggi sepanjang sejarah pemilihan rektor di Universitas Halu Oleo.
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dan optimisme para akademisi terhadap masa depan UHO. Selain itu, kondisi tersebut juga mencerminkan semakin banyaknya sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan keberanian untuk berkompetisi secara sehat dalam memimpin kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
“Pendaftaran kali ini merupakan sejarah baru bagi UHO karena jumlah pendaftar mencapai 11 orang. Ini adalah jumlah terbanyak sepanjang pelaksanaan pemilihan rektor di Universitas Halu Oleo,” katanya.
Prof. Ali Baim menambahkan, tingginya antusiasme para guru besar dan akademisi untuk mengikuti kontestasi Pilrek menjadi pertanda bahwa UHO terus berkembang dan semakin diperhitungkan sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di kawasan timur Indonesia.
“Ini menandakan bahwa UHO saat ini sudah mulai naik kelas. Semakin banyak figur yang merasa terpanggil untuk berkontribusi dan menawarkan gagasan terbaik bagi kemajuan universitas,” ungkapnya.
Ia juga bersyukur karena seluruh tahapan pendaftaran dapat berlangsung dengan aman dan lancar tanpa adanya dinamika yang berpotensi mengganggu jalannya proses pemilihan. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan mengedepankan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Panitia berharap suasana positif yang telah terbangun sejak awal pendaftaran dapat terus terjaga hingga seluruh tahapan Pilrek selesai. Dengan demikian, proses pemilihan rektor dapat menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa UHO semakin maju, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap seluruh tahapan berikutnya tetap berjalan dalam suasana yang kondusif. Yang paling penting adalah bagaimana proses ini dapat menghasilkan pemimpin terbaik bagi UHO dan membawa universitas ini menjadi semakin maju,” tutup Prof. Ali Baim.
Diketahui, masa pendaftaran bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030 telah resmi ditutup dengan total 11 pendaftar. Jumlah tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah pelaksanaan pemilihan rektor di kampus hijau Universitas Halu Oleo. (Red)






