HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menghadirkan program pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi melepas kegiatan gerakan bersepeda hemat bahan bakar minyak (BBM) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sultra. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian “Harmoni Sultra 2026” yang digelar pada Sabtu pagi (25/4/2026).
“Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun segera dimulai,” ujar gubernur, yang ditandai dengan pengibaran bendera start sebagai simbol dimulainya kegiatan bersepeda.
Kegiatan ini menggabungkan unsur olahraga, kampanye lingkungan, serta promosi destinasi wisata daerah. Rute bersepeda dimulai dari kawasan Pantai Toronipa dan berakhir di Pulau Bokori, dengan jarak tempuh sekitar 14 kilometer.
Sepanjang rute, para peserta disuguhi panorama pesisir pantai dengan hamparan laut terbuka, menciptakan pengalaman bersepeda yang menyegarkan sekaligus memperkenalkan potensi wisata bahari Sulawesi Tenggara.
Sejak pukul 06.00 WITA, peserta dari berbagai kalangan telah memadati titik kumpul sebelum diberangkatkan menuju garis finis. Kegiatan ini dipusatkan di Pulau Bokori yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata unggulan di daerah tersebut.
Gerakan bersepeda ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta terdiri dari masyarakat umum, komunitas sepeda, hingga perwakilan instansi pemerintah. Turut hadir pula para bupati dan wakil bupati se-Sultra serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Semarak HUT ke-62 Sulawesi Tenggara pun diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)











