Siska Karina Imran Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Lewat Gerakan Pangan Murah

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Ribuan warga memadati pelataran Balai Kota Kendari, Jumat (29/5/2026), untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kendari bersama Bulog dan sejumlah distributor pangan.

Sejak pagi, antrean panjang terlihat di sejumlah stan kebutuhan pokok, terutama minyak goreng dan beras yang dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar. Tingginya antusiasme warga membuat beberapa komoditas cepat diserbu pembeli.

Puluhan warga bahkan rela mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan minyak goreng murah yang dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami kelangkaan di pasaran.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Bulog Marga Taufiq dan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM. Dalam kesempatan itu, Bulog memastikan stok pangan yang disiapkan dalam kegiatan GPM tetap aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Gula 100 kilo, beras dua setengah ton, kemudian minyak tadi 4.800 liter. GPM di mana pun pokoknya kita siap. Mudah-mudahan semua lancar dan kami Bulog siap melayani masyarakat,” ujar Marga Taufiq saat ditemui di lokasi kegiatan.

Selain minyak goreng, sejumlah bahan pokok lain juga dijual dengan harga terjangkau, di antaranya telur, gula pasir, beras, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kehadiran GPM dinilai menjadi solusi cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang terus dilakukan Pemerintah Kota Kendari secara rutin.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Pemkot Kendari telah melaksanakan hampir 190 kali kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah Kota Kendari.

“Hari ini masyarakat sangat antusias. Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi. Beberapa hari terakhir memang sempat terjadi kelangkaan minyak goreng, tetapi alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan stok sudah tersedia,” katanya.

Menurut Siska, kendala distribusi menjadi salah satu penyebab keterlambatan pasokan minyak goreng ke sejumlah titik di Kota Kendari. Namun pemerintah kota memastikan persoalan tersebut segera ditangani dengan menyiapkan dukungan mobilisasi distribusi agar kelangkaan tidak kembali terjadi.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila menemukan adanya penimbunan bahan pokok maupun permainan harga oleh distributor atau agen tertentu.

“Kalau ada yang bermain harga atau melakukan penimbunan, termasuk LPG, pemerintah kota tidak segan mencabut izin usaha mereka,” tegasnya.

Meski sempat terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, Pemkot Kendari memastikan kondisi inflasi daerah masih berada dalam kategori stabil. Berdasarkan data terbaru, angka inflasi Kota Kendari saat ini tercatat berada di kisaran 2,83 persen.

Siska menilai kestabilan inflasi harus dijaga secara seimbang agar masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok, sementara produsen dan pelaku usaha lokal tetap memperoleh keuntungan yang wajar.

“Kami ingin harga tetap terjangkau untuk masyarakat, tapi di sisi lain produsen dan UMKM juga tetap tumbuh. Karena itu pemerintah terus melakukan pemantauan harga di pasar,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah kali ini juga melibatkan berbagai distributor dan pelaku usaha pangan yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Pemerintah Kota Kendari berharap program tersebut dapat terus membantu masyarakat sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi nasional. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita