HaluOleoNews.ID, KENDARI – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik melalui program guru wali.
Program ini menitikberatkan pada pendampingan intensif siswa oleh guru secara emosional, akademik, dan sosial selama tiga tahun masa pendidikan.
Sebanyak 127 guru ditugaskan menjadi guru wali dengan jumlah siswa 1.225 orang. Setiap guru mendapatkan tanggung jawab membina antara 9 hingga 10 siswa, bahkan ada yang mendampingi lebih banyak sesuai kebutuhan pembagian.
Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa setelah pendistribusian siswa kepada masing-masing guru wali, para guru mulai membangun komunikasi yang lebih dekat dan personal dengan anak didiknya. Para siswa dibiasakan berinteraksi secara rutin dengan guru wali mereka, sehingga terjalin hubungan emosional yang kuat.
“Harapan kita, dengan adanya guru wali ini, secara emosional anak-anak akan terhubung dengan bapak ibu gurunya. Mereka bisa mencurahkan hal-hal yang mungkin tidak mereka sampaikan kepada orang lain, termasuk tentang masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, kedekatan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Dengan adanya kontrol dan pendampingan berkelanjutan, potensi terjadinya tindakan-tindakan yang tidak terpuji dapat dicegah sejak dini.
Program guru wali ini tidak berjalan sendiri. Guru wali juga terhubung langsung dengan orang tua siswa, serta bekerja sama dengan wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK). Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam mengawasi dan membimbing perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
“Guru wali mendampingi siswa sejak kelas X hingga tamat. Jadi satu guru akan membina siswa yang sama selama tiga tahun. Ia akan mengetahui perkembangan anak itu secara utuh,” jelasnya.
Dengan peran aktif guru wali, pihak sekolah optimistis siswa akan semakin terarah dalam berpikir dan bertindak. Kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan diharapkan tumbuh dari dalam diri siswa, sehingga mereka mampu menghindari perilaku negatif yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Diketahui, program ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, sekaligus memastikan setiap siswa mendapatkan perhatian dan pendampingan yang lebih personal selama menempuh pendidikan. (red)











