HaluOleoNews.ID, KENDARI- Di tengah geliat pembangunan Kota Kendari, sebuah kisah kebangkitan datang dari badan usaha milik daerah yang sempat berada di ujung tanduk. Perumda Aneka Usaha, yang sebelumnya nyaris gulung tikar, kini kembali menunjukkan performa yang menjanjikan berkat “tangan dingin” Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.
Didampingi Wakil Wali Kota, Sudirman. Siska mengambil langkah berani dengan melakukan reformasi total terhadap manajemen Perumda. Keputusan ini diambil di tengah kondisi perusahaan yang dinilai tidak sehat, bahkan sempat direkomendasikan untuk ditutup oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena persoalan pertanggungjawaban dan penggunaan modal yang telah mencapai Rp3 miliar.
Alih-alih menutup, Siska justru memilih memberi kesempatan kedua. Perombakan kepengurusan menjadi titik awal perubahan. Dengan manajemen baru, Perumda Aneka Usaha mulai berbenah dari kondisi yang sangat terbatas.
Pada 2024, jumlah kunjungan di Anjungan Teluk Kendari yang dikelola Perumda tercatat hanya 2.295 orang. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan pun masih rendah, yakni sekitar Rp39 juta.
Namun, dalam waktu satu tahun, perubahan signifikan terjadi. Tahun 2025, jumlah kunjungan melonjak menjadi 18.618 orang atau meningkat sekitar 364 persen. Seiring dengan itu, PAD yang dihasilkan juga mengalami lonjakan tajam menjadi Rp435 juta.
Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari kinerja jajaran direksi Perumda yang mampu mengelola usaha secara efektif meski dengan keterbatasan. Bahkan, operasional awal disebut hanya berjalan dengan sisa modal sekitar Rp3 juta di luar kebutuhan rutin seperti gaji pegawai.
“Awalnya saya tidak punya harapan terhadap Perumda ini. Bahkan ada arahan untuk ditutup. Tapi setelah kita lakukan reformasi kepengurusan, Alhamdulillah hasilnya luar biasa,” ujar Siska.
Ia pun memberikan apresiasi kepada direktur Perumda dan seluruh jajaran yang dinilai berhasil membawa perusahaan daerah tersebut bangkit dari keterpurukan.
Kebangkitan Perumda Aneka Usaha kini menjadi bukti bahwa dengan tata kelola yang baik, komitmen, serta keberanian dalam mengambil kebijakan, badan usaha milik daerah mampu kembali berkontribusi terhadap peningkatan PAD sekaligus menggerakkan sektor pariwisata lokal.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari dalam mengoptimalkan potensi daerah dan memperkuat kemandirian ekonomi berbasis aset lokal. (Red)






