HaluOleoNews.ID, KENDARI – Wakil Rektor I Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., secara resmi membuka Pelatihan/Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Kompetensi yang diselenggarakan Unit Pelaksana Akademik (UPA) Layanan Uji Kompetensi UHO di Hotel Same Boutique Kendari, Senin (1/6/2026).
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri peserta dari tujuh fakultas di lingkungan UHO, yakni Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial (FHIL), serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Juni 2026 tersebut menghadirkan dua Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang memberikan pembekalan kepada peserta sebagai calon asesor kompetensi.
Dalam sambutannya, Prof. La Ode Santiaji Bande menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis UHO dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang akan berperan penting dalam proses sertifikasi kompetensi mahasiswa dan alumni di masa mendatang.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena nantinya mereka akan menjadi asesor yang bertugas menilai kompetensi para lulusan UHO.
“Harapan saya, peserta mengikuti proses ini dengan sebaik-baiknya karena ini kesempatan yang sangat baik. Mereka nantinya akan menjadi asesor yang menentukan kompetensi mahasiswa maupun alumni UHO yang mengikuti sertifikasi kompetensi,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi saat ini menjadi kebutuhan penting dalam dunia kerja. Karena itu, UHO terus berupaya menyiapkan sistem yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Ke depan sertifikat kompetensi sangat penting bagi alumni. Ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar menguasai bidang yang akan mereka kerjakan. Karena itu UHO telah menyiapkan unit khusus yang menangani layanan uji kompetensi,” katanya.
Prof. Santiaji menambahkan, keberadaan sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di UHO. Sertifikat yang diperoleh nantinya menjadi pengakuan resmi atas kemampuan dan keterampilan yang dimiliki lulusan.
Sementara itu, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi UHO, Deniyatno, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UHO.
Menurutnya, UHO tengah mempersiapkan LSP kategori P1 yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan alumni. Melalui lembaga tersebut, lulusan UHO nantinya tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP.
“Harapannya alumni UHO keluar dari kampus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi dari BNSP. Sertifikat ini menjadi bukti keahlian yang dapat digunakan ketika melamar pekerjaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan tahap pertama dipilih dari tujuh fakultas yang telah memiliki dosen dengan sertifikasi kompetensi teknis. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dipersiapkan untuk naik jenjang menjadi asesor kompetensi.
Melalui kegiatan tersebut, UHO menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas lulusan sekaligus mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi yang diharapkan menjadi salah satu pusat sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan alumni di Sulawesi Tenggara.
Diketahui, UPA Layanan Uji Kompetensi UHO juga akan menggelar uji kompetensi bagi seluruh peserta Bimtek pada 5 Juli 2026 mendatang. Ujian tersebut menjadi tahapan akhir dalam proses sertifikasi asesor dan akan menentukan kelulusan peserta. Mereka yang dinyatakan memenuhi standar kompetensi berhak menyandang status sebagai asesor kompetensi, yang nantinya bertugas melakukan asesmen terhadap mahasiswa maupun alumni UHO dalam program sertifikasi kompetensi yang akan dikembangkan kampus. (Red)












