HaluOleoNews.ID, KENDARI – Panitia Pusat Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 melalui Panitia Lokal Universitas Halu Oleo (UHO) memastikan menutup celah bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang mencoba menggunakan jasa calo untuk meluluskan diri dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah strategi, salah satunya dengan sistem penempatan lokasi ujian yang tidak dapat diketahui peserta sejak awal pendaftaran.
Wakil Rektor I UHO, Prof. Dr. Santiaji Bande, M.P menegaskan, berbagai perubahan dalam mekanisme SNBT 2026 merupakan upaya konkret untuk mengantisipasi praktik kecurangan, termasuk peran calo.
“Kami pastikan tidak ada calo. Perubahan-perubahan ini dilakukan untuk mengantisipasi praktik tersebut,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, peserta yang telah mendaftar SNBT belum langsung mengetahui lokasi dan ruang ujian secara rinci. Informasi tersebut baru dapat diakses setelah peserta mengunduh kartu peserta atau nomor tes.
“Peserta memang memilih kota ujian, misalnya di Kendari. Tapi mereka belum tahu pasti di ruangan mana akan ditempatkan. Itu baru diketahui saat kartu ujian diunduh,” jelasnya.
Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, ditemukan adanya peserta dari luar daerah yang datang secara berkelompok ke lokasi ujian tertentu, yang diduga memiliki pola atau arahan tertentu.
“Pengalaman lalu, ada peserta dari luar Sultra datang dan berkelompok. Itu terdeteksi dan menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Olehnya itu, dengan sistem terbaru ini, diharapkan potensi kecurangan dapat ditekan dan seluruh proses seleksi berjalan secara adil, transparan, serta murni berdasarkan kemampuan peserta.
Pihak UHO juga mengimbau seluruh Camaba untuk tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang menawarkan bantuan kelulusan, serta tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi UTBK sebagai satu-satunya penentu dalam seleksi SNBT. (Red)






