HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pasca dilantik sebagai Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Bisnis (INKEIS) Menara Bunda Kolaka, Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D mulai menunjukkan langkah progresif dalam memajukan institusi yang dipimpinnya.
Terbaru, Dr. Ady melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melibatkan sekitar 60 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta se-Sultra. Kegiatan tersebut berlangsung di Claro Hotel Kendari, Jumat (24/4/2026), dan dirangkaikan dengan launching Sentra Kekayaan Intelektual (KI) Perguruan Tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ady menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem Kekayaan Intelektual sebagai bagian penting dari pembangunan daerah berbasis pengetahuan.
“PKS ini menjadi momentum penting dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa setiap karya ilmiah, penelitian, dan inovasi civitas akademika tidak hanya berhenti di tataran akademik, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan daya saing,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kolaborasi ini, Kanwil Kementerian Hukum Sultra berkomitmen membangun sinergi terintegrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pembentukan serta penguatan Sentra Kekayaan Intelektual di masing-masing kampus.
Ia menjelaskan, keberadaan Sentra KI nantinya akan menjadi wadah strategis dalam mengelola, melindungi, serta mengembangkan potensi kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa.

“Dengan adanya Sentra KI, kita dapat meningkatkan perlindungan terhadap karya inovatif, mendorong komersialisasi hasil riset, serta memperkuat daya saing daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Ady menyampaikan bahwa INKEIS Menara Bunda Kolaka ke depan akan fokus pada penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang berbasis kebutuhan lokal.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kampus, baik dengan pemerintah, dunia industri, maupun lembaga lainnya. Hal ini dinilai sebagai kunci dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin INKEIS Menara Bunda Kolaka menjadi kampus yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Kerja sama seperti ini adalah pintu awal untuk membuka peluang yang lebih luas, baik dalam pengembangan riset, peningkatan kualitas SDM, maupun perluasan jaringan institusi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga berharap sinergi yang terbangun melalui PKS ini dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari berbagai perguruan tinggi yang hadir, mengingat pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual di tengah pesatnya perkembangan inovasi dan teknologi saat ini.
Dengan langkah awal yang kuat melalui kerja sama strategis ini, INKEIS Menara Bunda Kolaka optimistis dapat terus berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan yang berkontribusi signifikan dalam pembangunan daerah dan nasional, khususnya melalui penguatan riset, inovasi, dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual secara optimal. (Red)






