Didukung Gedung Baru dan Smart Classroom, STIE 66 Kendari Targetkan 1.120 Mahasiswa Baru

HaluOleoNews.ID, KENDARI – STIE 66 Kendari menargetkan penerimaan lebih dari 1.120 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026. Optimisme tersebut didukung oleh ketersediaan fasilitas perkuliahan yang semakin modern, kapasitas ruang belajar yang memadai, serta budaya akademik yang mengedepankan kekeluargaan dan pendampingan intensif bagi mahasiswa.

Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama telah selesai dilaksanakan. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 252 peserta dinyatakan lulus.

Sementara itu, pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua dibuka mulai 20 Juni hingga 12 Agustus 2026, dengan pelaksanaan tes dijadwalkan pada 14 Agustus 2026.

“Kami menargetkan penerimaan mahasiswa baru di atas 1.000 orang, yakni sekitar 1.120 mahasiswa,” ujarnya.

Dari total target tersebut, Program Magister (S2) ditargetkan menerima sekitar 120 mahasiswa. Sedangkan untuk jenjang sarjana, Program Studi Manajemen ditargetkan menerima sekitar 700 mahasiswa dan Program Studi Akuntansi sebanyak 300 mahasiswa.

Menurut Abdul Aziz, target tersebut sangat realistis karena didukung sarana dan prasarana kampus yang terus berkembang. Saat ini, STIE 66 Kendari memiliki gedung baru dengan sembilan ruang kelas berkonsep smart classroom, ditambah sejumlah ruang perkuliahan lain yang tersedia di gedung utama maupun gedung yang sebelumnya berada di bawah naungan yayasan.

“Kapasitas ruang kelas kami sangat memadai. Selain itu, kami menerapkan sistem perkuliahan berbasis shift, mulai pagi, siang, hingga malam hari, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik, STIE 66 Kendari juga mempertahankan budaya kekeluargaan yang selama ini menjadi ciri khas kampus. Hubungan antara dosen dan mahasiswa dibangun tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga melalui pendekatan personal yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pendampingan secara maksimal.

“Ketika ada mahasiswa yang mengalami kendala, baik dalam perkuliahan maupun penelitian, kami segera melakukan pendampingan. Karena itu, perkembangan studi mahasiswa dapat dipantau secara berkelanjutan,” katanya.

Pendampingan tersebut berdampak positif terhadap masa studi mahasiswa. Untuk Program Magister, rata-rata mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 20 bulan atau kurang dari dua tahun. Bahkan, terdapat mahasiswa yang berhasil lulus hanya dalam waktu satu tahun sembilan bulan.

Sementara pada jenjang sarjana, rata-rata masa studi berada pada kisaran empat tahun satu bulan. Tidak sedikit pula mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun sembilan bulan.

Dalam mendukung proses pembelajaran modern, STIE 66 Kendari juga terus memperkuat fasilitas berbasis teknologi. Sebagian besar ruang kelas kini telah dilengkapi Smart TV sebagai media pembelajaran digital yang lebih interaktif, menggantikan penggunaan proyektor yang kini hanya digunakan di beberapa ruang tertentu.

“Fasilitas yang kami miliki terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran modern. Dukungan yayasan terhadap pengembangan sarana dan prasarana kampus sangat besar,” ungkapnya.

Dengan kombinasi fasilitas modern, layanan akademik yang intensif, budaya kekeluargaan, serta komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan, STIE 66 Kendari optimistis dapat mencapai target penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Sulawesi Tenggara.(red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Baca Juga

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *