HaluoleoNews.ID, KENDARI– Tim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan pada Jumat (14 November 2025). Kegiatan ini mengusung tema “Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis dari Reuse Plastik Kemasan dan Upcycling Limbah Kayu Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.”
Tim pengabdian ini diketuai oleh Nitri Mirosea, SE., M.Si., M.AAC., CFE., Ph.D, dengan anggota Surianti, SE., M.Si, Andi Muhammad Fuad Ramadhan, S.E., M.Acc., Ak; Vina Olivia Pebrianty, SE., ME, Mutmainnah, S.Ak., M.Acc, Aulia Mutz Vira, Dewi Lasmi Pratiwi, Ikrimah Nur Auliya Mutba dan Ayumi Azzahra yang bersama-sama berkomitmen meningkatkan kesadaran lingkungan dan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui inisiasi bank sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk berdaya jual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian dosen dan mahasiswa UHO yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai jual.
Kegiatan ini berfokus pada pelatihan pembuatan produk daur ulang dari plastik kemasan dan limbah kayu, seperti bunga hias, dan kerajinan pot plastik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi peggunaan kemasan plastik, agar tidak hanya membuang limbah tetapi mengolahnya menjadi sumber pendapatan baru. Tim UHO dalam kegiatan ini juga menyerahkan Papan Informasi di Balai Desa mengenai bahaya sampah plastik untuk jangka panjang.

Peserta kegiatan terdiri dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan pemuda desa yang sangat antusias mengikuti sesi praktik langsung. Mereka belajar mengubah limbah menjadi produk kreatif dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Keunikan program ini terletak pada pelatihan langsung pembuatan produk reuse dan upcycling, di mana masyarakat diajarkan mengubah limbah menjadi barang bernilai jual seperti pot tanaman, hiasan, dan perabot sederhana. Selain pelatihan teknis, tim PKMI juga memberikan pendampingan pengelolaan keuangan mikro untuk proyeksi penghasilan tambahan dan pembentukan kelompok usaha kreatif desa tanea.
Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, terbentuknya kelompok usaha kreatif desa, serta munculnya peluang ekonomi baru yang mendukung penghasilan keluarga dan keberlanjutan lingkungan di Desa Tanea, pengelolaan keuangan mikro untuk proyeksi penghasilan tambahan. Kegiatan ini menjadi awal terbentuknya kelompok usaha kreatif desa yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah Desa Tanea berkomitmen mendukung program lanjutan melalui fasilitas pelatihan dan promosi produk hasil karya masyarakat.
Dengan kegiatan ini, UHO terus berperan aktif dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk nyata kontribusi akademisi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.












