FKMP2K Apresiasi Gagasan Program KAK di Kendari

HaluoleoNews.ID, KENDARI-  Sekretaris Forum Komunikasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Korihi (FKMP2K), La Ode Hamid mengapresiasi penggagasan program Kotak Amal Koin (KAK) oleh alumni Program Pascasarjana (PPs) Universitas Halu Oleo (UHO), Sumardin yang tercatat juga sebagai wartawan Harian Berita Kota Kendari (BKK).

Dimana program tersebut bakal menyasar warga yang berada di Kota Kendari. Mulai dari pemulung, pengemis, gelandangan, pengamen, pedagang, dan lainnya yang dirasa perlu untuk diberikan.

“Kita tahu, memberikan sedekah dan berbuat amal adalah satu di antara keutaman beribadah kepada Allah. Dengan menjalankannya bisa mendapatkan rindho dan rahmat darinya, kita dituntut untuk tidak menunggu menjadi kaya terlebih dahulu karena sekecil apa pun yang kamu jadikan amal, akan tetap dihitung pahala oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa program KAK ini sangat bagus untuk membantu orang- orang yang tergolong ekonomi lemah, seperti anak jalanan, pengemis, pemulung dan lainnya. Terpenting dalam memberikan sedekah, harus dibarengi dengan rasa iklas karena dihitung sebagai sebuah amal pahala.

“Saya kira bersedekah dengan koin Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000 itu bisa dibilang sangat tidak memberatkan ketimbang harus disimpan begitu saja yang tak jarang hilang. Tetapi dengan adanya program KAK ini, uang koin yang kita punya lebih bermakna dan akan sangat membantu sesama manusia yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain itu lanjut dia, dengan program KAK ini bisa dibilang berapapun pendapatan atau penghasilan hari ini, sebut dia, ada kesempatan atau wadah untuk menyalurkan sedekah sampai dengan nominal yang paling terkecil tetapi sangat bermakna bagi orang lain, yakni Rp100.

Sambung dia, memang sedekah itu tidak terbatas hanya pada materi saja. Tetapi ia berharap dengan adanya program Kotak Amal Koin (KAK) ini bisa membantu banyak orang yang membutuhkan dan program ini bisa berjalan terus menerus.

“Seperti yang kita ketahui barang siapa yang bersedekah di jalan Allah Rp1.000, maka akan diganti dengan 700 kali lipat. Coba kita bayangkan kalau misalnya, Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000 sudah berapa pahalanya. Tetapi semua didasari dengan keikhlasan,” pungkasnya.

Diketahui, program KAK ini sudah berjalan di BKK kurang lebih 1 bulan di Kendari khususnya dilingkup BKK dan mendapatkan respon yang sangat positif di lingkungan  karyawan dan karyawatinya. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *