Mahasiswa KKN-PMM Gelar Penyuluhan Pertanian di Desa Alebo, Dorong Kemandirian Kelompok Tani

HaluOleoNews.ID, ALEBO- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PMM) resmi bergulir di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dengan menggelar penyuluhanpertanian yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini menyasar dua kelompok tani setempat, yakni Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Maju Jaya, sebagai langkah awal dalam rangkaian program pemberdayaan masyarakat tani yang akan dilaksanakansepanjang masa pengabdian mahasiswa di desa tersebut.

Penyuluhan Empat Tema Strategis untuk PertanianBerkelanjutan

Agenda penyuluhan perdana ini mencakup empat materi utamayang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dan potensipertanian di Desa Alebo. Keempat tema tersebut adalahfermentasi pupuk organik, penggunaan mesin pencacah, penyusunan kalender tanam, serta pemanfaatan limbah sayuransebagai pakan ternak.

1. Fermentasi Pupuk Organik

Materi pertama yang disampaikan berfokus pada pentingnyafermentasi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupukkimia yang kian langka dan mahal. Para mahasiswa menjelaskanbahwa pupuk organik hasil fermentasi — yang berbahan dasarsisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan organik lokal lainnya— mampu memperbaiki struktur tanah secara jangka panjang, meningkatkan kesuburan lahan, sekaligus menekan biayaproduksi petani.

Peserta diperkenalkan dengan teknik pembuatan pupukfermentasi menggunakan dekomposer alami seperti EM4 (Effective Microorganism-4) serta langkah-langkah perawatanhingga pupuk siap diaplikasikan ke lahan. Antusiasme anggotakelompok tani terlihat tinggi, terutama saat sesi tanya jawabmengenai bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar desa.

2. Penggunaan Mesin Pencacah

Pada sesi kedua, mahasiswa memperkenalkan mesin pencacahsebagai alat bantu yang dapat mempercepat dan memudahkanproses pengolahan bahan organik, baik untuk pembuatankompos maupun pakan ternak. Mesin ini mampu mencacahbatang jagung, jerami, daun, dan limbah tanaman lainnyamenjadi potongan kecil dalam waktu singkat, sehingga proses fermentasi dan pembusukan dapat berlangsung lebih efektif.

Para petani mendapat kesempatan menyaksikan demonstrasi langsung pengoperasian mesin pencacah, termasuk prosedur keselamatan kerja yang perlu diperhatikan agar penggunaan alat berjalan aman dan optimal.

3. Penyusunan Kalender Tanam

Materi ketiga mengupas pentingnya kalender tanam sebagaiinstrumen perencanaan pertanian yang terstruktur. Mahasiswamenjelaskan bagaimana kalender tanam membantu petani dalammenentukan waktu tanam yang tepat berdasarkan pola curahhujan, kondisi iklim lokal, dan rotasi jenis tanaman. Denganperencanaan yang baik, petani dapat meminimalkan risiko gagalpanen akibat ketidaksesuaian musim, sekaligus mengoptimalkanhasil produksi sepanjang tahun.

Kedua kelompok tani diajak bersama-sama menyusun kalendertanam sederhana yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lahanpertanian di Desa Alebo, sehingga hasilnya dapat langsungditerapkan pada musim tanam berikutnya.

4. Pemanfaatan Limbah Sayuran untuk Pakan Ternak

Sesi terakhir membahas potensi besar limbah sayuran — seperti daun singkong, batang pisang, sisa kubis, dan kangkung — yang selama ini kerap terbuang begitu saja. Mahasiswa memaparkan cara mengolah limbah tersebut menjadi pakan ternak bergizi melalui proses silase maupun fermentasi sederhana. Selain mengurangi limbah pertanian, teknik ini juga dapat memangkas pengeluaran peternak dalam pengadaan pakan konsentrat, khususnya bagi anggota kelompok tani yang turut memelihara sapi, kambing, atau unggas.

Sambutan Positif dari Petani dan Perangkat Desa

Penyuluhan yang berlangsung hangat dan interaktif ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para petani peserta. Sejumlah anggota Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Maju Jaya menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif dan sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari perangkat Desa Alebo yang berharap agar kolaborasi antara mahasiswa KKN-PMM dan masyarakat tani dapat terus berlanjut secara produktif selama masa pengabdian, bahkan meninggalkan dampak yang berkelanjutan setelah program berakhir.

Awal dari Rangkaian Program Pemberdayaan

Penyuluhan pada Sabtu (6/6/2026) ini merupakan pembuka dariserangkaian kegiatan KKN-PMM yang akan dilaksanakanmahasiswa di Desa Alebo. Program lanjutan direncanakanmeliputi praktik langsung pembuatan pupuk organik fermentasi, pendampingan pengoperasian mesin pencacah secara mandirioleh petani, serta monitoring penerapan kalender tanam di lahanmasing-masing anggota kelompok.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PMM berharap dapatmemberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitaspertanian Desa Alebo, mendorong kemandirian kelompok tani, serta mewujudkan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramahlingkungan di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. (*)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *