HaluOleoNews.ID, KENDARI – Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) berkomitmen melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam pengembangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang saat ini dikelola UHO sebagai kawasan pendidikan sekaligus ekowisata.
Kawasan hutan seluas 191,85 hektare tersebut resmi dikelola FHIL UHO setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan pada Maret 2025. Pada awal tahun 2026 ini, pihak kampus mulai melaksanakan sosialisasi terkait pemanfaatan kawasan hutan tersebut untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Dekan FHIL UHO, Dr. Hj. Lies Indriyani, S.P.,M.Si menjelaskan, bahwa pengembangan kawasan hutan pendidikan itu tidak hanya melibatkan internal kampus, tetapi juga akan menggandeng berbagai pihak lintas sektor, termasuk Pemkot Kendari melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Jadi kita melibatkan banyak sektor. Tidak hanya Universitas Halu Oleo, tetapi juga Pemerintah Kota Kendari melalui dinas-dinas terkait, kemudian Dinas Kehutanan, BPKH, termasuk pengembangan ekowisata dan seterusnya,” ujarnya.
Menurutnya, konsep ekowisata menjadi salah satu fokus utama dalam pengelolaan kawasan hutan tersebut. Selain sebagai sarana pendidikan dan penelitian, kawasan itu juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Ia mengatakan, pengembangan ekowisata nantinya akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan hasil hutan maupun hasil hutan non-kayu seperti rotan dan madu, termasuk pengembangan jasa lingkungan.
“Di dalam kawasan hutan tersebut jelas ada unsur ekowisata. Dalam ekowisata itu kita juga melibatkan masyarakat, termasuk pemanfaatan hasil-hasil hutan maupun hasil non-hutan seperti rotan dan madu serta jasa lingkungan melalui kawasan ekowisata,” jelasnya.
FHIL UHO sendiri ditunjuk sebagai leading sector dalam pengelolaan KHDTK tersebut. Namun pelaksanaannya turut didukung sejumlah fakultas lain di lingkungan UHO seperti Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA, Fakultas Farmasi, Program Pascasarjana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Pihak kampus berharap keberadaan KHDTK UHO dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan kehutanan, konservasi lingkungan, penelitian ilmiah, serta destinasi ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, sinergi dengan Pemkot Kendari dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka potensi wisata edukasi dan lingkungan di Kota Kendari. (Red)






