Muh. Saleh Buka Giat Program PPKB- GPAI 2023 Tingkat Sultra

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra), H Muhamad Saleh membuka giat program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB), Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) 2023 tingkat Sultra, pada Sabtu (23/9).
Turut hadir, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) H Muhammad Basri, Ketua Tim Kerja Bidang PAPKIS, serta GPAI se Sultra.
Kepala Kemenag Sultra, H Muhamad Saleh menyampaikan, bahwa kegiatan program PPKB, GPAI merupakan upaya menyukseskan program unggulan Ditjen Pendis dalam hal ini Direktorat PAI, bertujuan menjaring lebih banyak lagi pelatih daerah untuk semua tingkatan.
“Program yang telah lama berjalan ini, terus berkembang baik pada aspek cakupan kepesertaan maupun manfaatnya,” ungkapnya.
Saleh menjabarkan, Sultra saat ini telah memiliki 15 pelatih provinsi dan akan memiliki 57 pelatih daerah setelah pelatihan ini, yang merupakan akumulasi jumlah keseluruhan sejak sejak PPKB pertama kali dilaksanakan pada 2018 silam
. Dengan kegiatan ini, diharapkan menambah jumlah guru yang menjadi mentor pada guru PAI di 17 kab/kota se Sultra.
“Sebelum diluncurkannya PPKB-GPAI, pemenuhan kebutuhan peningkatan profesionalisme GPAI dalam bentuk pelatihan-pelatihan hanya menyentuh segelintir guru. Selain itu, yang mengikuti setiap pelatihan personnya hampir itu itu saja, sehingga lebih banyak GPAI yang tidak pernah merasakan mengikuti pelatihan,” imbuhnya.
Namun setelah PPKB PAI dicanangkan, semua guru akan memiliki peluang untuk mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan profesionalisme. Terlebih, saat ini program kurikulum merdeka telah dipakai hampir disemua sekolah di Indonesia yang akan menjadi kurikulum nasional di 2024.
“Dibutuhkan guru yang tidak hanya memiliki kompetensi mengajar yang tinggi, namun juga inovasi yang up to date untuk terus mengimbangi kemajuan teknologi yang begitu pesat yang juga merambah sampai ke dunia pendidikan,” ucapnya.
Kakanwil menambahkan, Guru PAI sudah harus bisa menunjukkan bahwa guru PAI saat ini adalah guru yang memiliki kemampuan yang milenial dan bukan lagi kolonial. Guru PAI saat ini bukan lagi guru yang hanya bisa memakai metode ceramah di kelas, namun menampilkan pembelajaran yang modern dan meningkatkan antusiasme siswa di kelas.
“Semoga kegiatan ini akan memberikan manfaat yang luas dan merata kepada semua guru-guru PAI di Sultra yang berjumlah 3.000 lebih. Mata pelajaran PAI di sekolah saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam mengawal moral siswa, terutama dari pengaruh globalisasi yang tidak lagi mengenal batas teritorial,” pungkasnya. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *