HaluoleoNews.ID, KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Kampanye dan Sosialisasi Layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan ( PDP) bagi Penderita HIV/AIDS tingkat Kendari, di Hotel Zahrah, pada Senin (2/12/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan PDP HIV/AIDS serta menguatkan komitmen bersama dalam memerangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Kegiatan ini dibuka langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, S.E., M.Si. Dihadiri, diantaranya Kepala Dinkes Sulawesi Tenggara (Sultra), Kepala Dinkes Kendari, Komunitas se Sultra , dan 100 orang peserta.
Pj, Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup,SE.,M.Si mengungkapkan, bahwa infeksi HIV telah menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Kasus HIV di kawasan Asia Tenggara menyumbang 10%, dari total yang terjangkit HIV itu ada 10 ribu di Asia Tenggara.

Katanya, di Indonesia referensi HIV sebagian besar wilayah adalah 0,26% sementara di Papua dan Papua Barat mencapai 1,8%.
“ Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kejadian Kasus terbaru HIV dari tahun ketehun terus mengalami peningkatan baik jumlah maupun wilayah penyebarannya. Pada tahun 2022 kasusnya sampai bahkan sebanyak 534 kasus, sementara di tahun 2023 itu mencapai 543 kasus dan masih sama seperti tahun sebelumnya. Mudah-mudahan yang 543 itu tidak ada disini yang menjadi salah satu nya,” ujarnya.
Untuk Kendari, bebernya, pada 2022 kasus sebanyak 219 kasus. Sedangkan 2023 menjadi 321 kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kota Lulo (sebutan untuk Kendari). Sambungnya, pada 2023 di negara lain seluruh dunia berupaya untuk menerapkan strategi promosi kesehatan, pencegahan, penemuan kasus dan penanganan kasus yang di dukung dengan berjalannya transformasi kesehatan termasuk penguatan layanan primer, pelibatan masyarakat dan komunitas.
“Mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk bagaimana bisa mencegah penularan Virus HIV terutama dari komunitas-komunitas indonesia. Mari kita sebarkan di seluruh lapisan masyarakat agar kita bisa mencegah terjadinya penyebaran HIV/AIDS,” Ucapnya.
Selain sosialisasi dan kampanye, kegiatan ini juga mengadakan Workshop Fashion Show. Sosialisasi dan kampanye ini diharapkan dapat memperkuat peran serta komunitas dalam mendukung penderita HIV/AIDS dan menciptakan lingkungn yang ramah terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Disini kita sudah punya Perda Kota Kendari nomor 19 tahun 2014 tentang penanggulangan HIV/ AIDS, yang telah menghimbau bahwa setiap pengelolah dan atau tempat pemilik tempat hiburan, rumah kost, hotel, salon, dan tempat cukur wajib melaksanakan upaya penanggulangan HIV/AIDS di tempat usahanya.
Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari AIDS sedunia 2024 yang mengusung tema “ Hak Setara Untuk Semua Bersama Kita Bisa”. Artinya pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pemenuhan Hak-Hak setiap individu, termaksud akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa adanya stigma dan diskriminasi.
Reporter: Lifitri
Editor: Anshar







