Pesantren Jadi “Motor” Ekonomi Berbasis Syariah, BI Sultra Dorong Lewat Maimo Syariah Fest 2026

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Pondok pesantren di Sulawesi Tenggara kini menunjukkan peran yang semakin strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi berbasis syariah yang menyentuh berbagai sektor riil. Mulai dari pertanian, peternakan, hingga pelaku UMKM, pesantren mulai tampil sebagai kekuatan ekonomi baru di daerah.

Peran tersebut semakin diperkuat melalui gelaran Sultra Maimo Syariah Fest 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 24–27 April 2026 di Kendari.

Ajang ini dirancang sebagai “panggung” bagi pesantren untuk menampilkan potensi ekonomi mereka, sekaligus memperluas akses pasar. Berbagai agenda disiapkan, seperti pameran produk unggulan pesantren, lomba busana muslim, hingga kompetisi kuliner berbasis pangan lokal non-beras yang juga mendukung pengendalian inflasi daerah.

Menariknya, kegiatan akan tersebar di sejumlah titik strategis. Lomba memasak akan digelar di kawasan Pulau Bokori, sementara lomba busana muslim berlangsung di pusat perbelanjaan The Park Kendari. Selain itu, rangkaian acara juga akan digelar di pelataran Eks MTQ atau Tugu Religi Sultra.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, kekuatan pesantren tidak hanya pada produk hilir, tetapi juga pada sektor hulu seperti pertanian dan pengembangan wisata religi.

BI Sultra pun memberikan dukungan komprehensif, mulai dari pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, hingga akses pembiayaan berbasis syariah. Langkah ini bertujuan agar pesantren mampu mandiri secara ekonomi dan menjadi pusat pertumbuhan baru di daerah.

“Pesantren hari ini sudah punya produk. Tinggal bagaimana kita dorong agar naik kelas, masuk pasar yang lebih luas, dan terhubung dengan ekosistem ekonomi syariah,” ujar Edwin.

Melalui Maimo Syariah 2026, BI Sultra bersama pemerintah daerah berharap lahir lebih banyak pelaku usaha dari kalangan pesantren yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga melalui diversifikasi pangan.

Lebih dari sekadar seremoni, ajang ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pesantren sebagai pilar penting ekonomi lokal berbasis nilai-nilai syariah dan kemandirian ekonomi masyarakat. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita