HaluoleoNews.ID, KONSEL- Program Pascasarjana (PPs) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Internal (PKMI) bertajuk “Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Dapur dan Aplikasinya pada budidaya Tanaman Hortikultura di Lahan Pekarangan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan”.
Kegiatan PKMI ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si., dengan anggota Tim masing-masing Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, MP., Prof. Dr. Ir. Muhidin, M.Si., dan Dr. Ir. H. Abdul Madiki, M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Pertanian yaitu Desak Ketut Sutiari (G3IP23015) dan Marsia Sumule Genggong(G3IP24006).
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tanggal 25 Oktober 2025 di Balai Desa Tanjung Tiram yang dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Tiram, Perangkat Desa, Ketua dan Anggota Dasawisma Desa Tanjung Tiram, serta masyarakatsetempat.
Pemateri utama, Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si., mengawali penyampaiannya dengan penjelasan bahwa permasalahan pengelolaan sampah, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun seluruh komponen masyarakat harus dengan kesadaran penuh saling bahu-membahu memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga masing-masing.

Potensi sampah organik rumah tangga cukup besar untuk diolah secara intensif karena volumenya terus bertambah setiap hari sejalan dengan aktivitas kehidupan setiap rumah tangga. Ditegaskan bahwa melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Tim Pelaksana akan membantu memberikan pengertian, pemahaman dan bimbingan teknis tentang pentingnya pengolahan sampah rumah tangga secara mandiri sebagai bentuk kontribusi setiap rumah tangga dalam mengurangi produksi sampah desa.
Selanjutnya dijelaskan pula bahwa produk dari hasil pengolahan sampah rumah tangga dapat berupa pupuk organik cair (POC), komposatau pupuk organik padat yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk budidaya tanaman hortikultura (sayuran dan buah-buahan organik) di pekarangan.
Dalam paparannya, Prof Gusti Ayu juga menjelaskan tentang manfaat penggunaan pupuk organik yang sangat penting bagi pemenuhankebutuhan hara tanaman, yang secara langsung berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah, dan pada akhirnya akan menghasilkan produk tanaman yang lebih aman, sehat dan bebas racun sehingga dapat dikonsumsi tanpa kekhawatiran meskipun dalam keadaan segar.

Setelah pemaparan materi, dilakukan demo/praktek cara membuat POC dari limbah/sampah organik dapur yang dibimbing langsung oleh Prof Gusti Ayu dan Tim. Para peserta sangat antusias menyaksikan demo yang dilakukan, banyak pertanyaan yang mereka ajukan saat demo berlangsung, sementara itu Tim Pelaksana secara bergantian menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan dengan baik.
Sesungguhnya membuat POC sangat mudah, hanya perlu menyiapkan ember tertutup sebagai bahan utama, bahan yang lain berupa limbah rumah tangga seperti sisa sayuran atau buah, nasi sisa, air cucian beras, air kelapa dan sampah organik di pekarangan seperti daun-daun kering dan rumput. Semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam ember hingga memenuhi ¾ volume ember, lalu ember ditutup dan disimpan di tempat teduh. Secara alamiah, POC baru dapat digunakan setelah proses fermentasi berlangsung selama 8-12 minggu.
Namun jika menggunakan dekomposer (komersial atau alami) maka proses fermentasi akan berlangsung lebih cepat dan POC dapat dipanen setelah fermentasi 3-4 minggu. Dekomposer komersial yang umum digunakan adalah EM4, sedangkan dekomposer alami berupamikroorganisme lokal dari nasi basi, air cucian beras, bonggol pisang, atau akar bambu yang telah difermentasi secara terpisah.
Kepala Desa Tanjung Tiram, Habir dalam sambutan penutup menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Tim Pelaksana kegiatan PKMI dari Program Pascasarjana UHO. Harapan Beliau, kegiatan serupa yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan sumberdaya lokal dapat terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

Mengingat Desa Tanjung Tiram memiliki potensi sumberdaya manusia yang cukup terbuka dan responsif terhadap berbagai informasi dan pengetahuan dari luar yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan mereka dalam mengelola kehidupan yang lebih baik dan lebih maju.
Di akhir kegiatan PKMI, Ketua Tim Pelaksana membagikan benih sayur-sayuran yang diterima langsung oleh Ketua PKK Desa Tanjung Tiram. (*)












