HaluoleoNews.ID, BAUBAU- Simak! Ini adalah visi misa Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2024. Tercatat, ada 4 Paslon yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Adalah, Calon Gubernur (Cagub) No. urut 1 Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng- Wakil Gubernur, Ir. H. LM. Sjafei Kahar, M.Si; No. urut 2 Andi Sumangerukka (ASR)- Ir. Hugua.
Selanjutnya, Cagub No urut 3 H. Lukman Abunawas- Laode Ida; dan terakhir No. urut 3 Dra. Hj. Tina Nur Alam, M.M- Ir. La Ode Muhammad Ihsan Taufik Ridwan, S.T.
Visi Misi No urut 1
Visi: Pusat Energi Dunia adalah visi yang menegaskan bahwa Sultra tidak hanya menjadi penghasil utama energi baru terbarukan, melainkan juga akan tumbuh sebagai Provinsi yang menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) di Indonesia. Berseiring dengan berbagai berbagai keuntungan yang dimiliki sebagai daerah penghasil bahan baku energi masa depan, Sultra siap menyambut masa depan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, madani, dan berkeadilan.
Misi: Untuk mewujudkan Sultra pusat energi dunia. Terdapat 5 misi besar yang akan dilaksanakan, yaitu Terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing; Tercapainya pembangunan ekonomi wilayah menuju kemandirian daerah dan masyarakat. Ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat, diverifikasi ekonomi ke bidang industry hilirberbasis sumber daya dan teknologi, meningkatkan kontribusi sektor- sektor unggulan di luar pertambangan, munculnya ekonomi kreatif, start up dan market place.
Percepatan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan konektivitas wilayah dan pusat- pusat pertumbuhan yang handal dan berkelanjutan; Mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya serta relasi yang harmonis antara tiga pilar pembangunan (masyarakat, negara, dan swasta); dan Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif.
Visi misi No urut 2
Visi: Terwujudnya Sultra Maju Menuju Masyarakat Aman, Sejahtera, dan Regligius.
Misi: Mewujudkan masyarakat yang terjamin hak sosial dan hal kebencanaannya; melakukan konektifitas dan menguatkan potensi pertanian dalam arti luas, maritim, serta dunia usaha; Mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan berintegritas yang berpegang teguh pada nilai- nilai religius.
Visi misi No urut 3
Visi: Terwujudnya masyarakat Sultra yang aman, maju, berkelanjutan, adil dan sejahtera 2025- 2030, disingkat Sultra emas yang amanah.
Misi: Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dibidang pendidikan, agama, kebudayaan, IPTEK, kesehatan, inklusi dan disabilitas; Menguatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ekonomi kreatif dan usaha rintisan baru (start up) bagi Milenial dan Gen-Z, UMKM, peningkatan usaha bagi petani, peternak, dan nelayan, kepariwisataan, komoditas unggulan daerah, lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan; Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, efisiensi, efektivitas, transparan, akuntabilitas, responsivitas dan profesionalisme.
Meningkatkan tata kelola Sumbet Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, di sektor pertambangan, pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan, peternakan, sumber energi terbarukan dan konservasi lingkungan; dan terakhir Meningkatkan dan pemerataan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, agama, budaya, transportasi, pariwisata, olahraga dan seni, listrik dan energi, air bersih, internet, perumahan rakyat, serta infrastruktur lainnya.
Visi Misi No Urut 4
Visi: Bahteramas berlayar kembali untuk Sultra yang sejahtera dan maju serta menjadi pusat pembangunan Indonesia Timur.
Misi: Pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga dalam pembangunan Sultra; Menciptakan 100.000 lapangan kerja, kebutuhan pokok terjamin, pendidikan berkualitas, dan kesehatan terjangkau bagi seluruh masyarakat Sultra; Merevitalisasi pelayanan publik pemerintah Provinsi dan membangun kebudayaan Sultra.
Menjadikan Provinsi Sultra sebagai episentrum pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan di pulau Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur; Percepatan dan pemerataan pembangunan serta penyediaan infrastruktur hingga ke seluruh pelosok desa; dan terakhir Membangun ketahanan dan adaptasi terhadap ancaman bencana dan kelestarian lingkungan miskin kota, dan kelompok rentan lainnya. (red)






