Usai Sandang Gelar Doktor, Rektor INKEIS Menara Bunda Kolaka Bidik Profesor

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Rektor muda Institut Teknologi dan Bisnis Kolaka (INKEIS) Menara Bunda Kolaka, Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan, S.Kep., Ners., M.Kes., Ph.D., menegaskan tekadnya untuk terus menorehkan prestasi akademik dengan menargetkan gelar profesor dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu diungkapkannya dalam sebuah perbincangan santai namun penuh inspirasi di RRI Kendari, Senin (18/5/2026). Di balik pencapaiannya sebagai rektor di usia muda, Ady mengaku perjalanan akademiknya tidak lahir dari cita-cita besar sejak kecil, melainkan dari dorongan keluarga serta tekad kuat untuk terus berkembang.

Ia mengungkapkan, sosok ayahandanya yang telah almarhum dan berprofesi sebagai guru menjadi sumber inspirasi terbesar dalam hidupnya. Pesan sederhana sang ayah menjadi motivasi utama untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan.

“Kalau niat dari kecil sebenarnya tidak ada sama sekali. Mungkin karena ayahanda seorang guru, jadi saya banyak terinspirasi dari beliau. Pesan beliau sederhana, pendidikan anak harus lebih tinggi dari orang tuanya,” ungkapnya.

Berangkat dari pesan tersebut, Ady menanamkan target besar dalam hidupnya. Jika sang ayah mencapai jenjang magister, maka dirinya harus mampu melampaui hingga tingkat doktoral.

“Standar saya berarti harus doktoral. Jadi saya upayakan semaksimal mungkin sampai di titik itu,” katanya.

Tak berhenti sampai di sana, pria yang kini memimpin INKEIS Menara Bunda Kolaka itu bahkan telah menyiapkan target berikutnya, yakni meraih gelar profesor dalam waktu dekat.

“Insya Allah target berikutnya profesor. Tidak mustahil. Kita upayakan maksimal dua atau tiga tahun setelah doktoral bisa menuju profesor,” ujarnya optimistis.

Meski kini berada di posisi strategis sebagai seorang rektor muda, Ady mengaku tidak pernah membayangkan akan mencapai titik tersebut. Baginya, semua dijalani dengan kesungguhan dan memaksimalkan setiap peluang yang datang.

“Tidak pernah membayangkan sampai di titik ini. Saya hanya menjalani saja, mengalir apa adanya. Ketika ada kesempatan, kita terima dan kita maksimalkan,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai kehidupan pribadinya, Ady juga mengaku hingga kini masih belum berkeluarga. Namun menurutnya, usia muda justru menjadi tantangan tersendiri untuk membuktikan kemampuan memimpin sebuah institusi pendidikan dengan berbagai tekanan dan tanggung jawab besar.

“Orang kadang bertanya, apakah yang muda ini bisa membangun institusi dengan beban dan tekanan yang besar? Maka saya harus upayakan agar bisa. Karena itu menjadi tolak ukur untuk tahap selanjutnya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa setiap amanah memiliki konsekuensi yang harus diterima dengan penuh tanggung jawab.

“Ketika saya mampu, berarti saya bisa naik ke tahap selanjutnya. Tetapi kalau tidak mampu, berarti saya gagal menjalankannya. Jadi ini hal besar bagi saya. Pernah ada pertentangan, ada yang tidak menerima, tetapi semua konsekuensi itu harus berani diterima,” pungkasnya. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *