Akreditasi Unggul Jadi Titik Awal, UHO Dorong Sivitas Akademika Beradaptasi dengan Standar Baru

Berita Utama1008 Dilihat

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menegaskan bahwa capaian akreditasi “Unggul” yang diraih institusi bukan sekadar dibuktikan melalui sertifikat, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan pola kerja dan budaya mutu yang berkelanjutan.

UHO sendiri resmi meraih akreditasi “Unggul” dari BAN-PT baru- baru ini, yang menempatkan kampus tersebut pada strata tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T mengatakan, bahwa dalam kegiatan peningkatan mutu internal, pihak UHO menekankan pentingnya adaptasi terhadap berbagai regulasi terbaru, termasuk kebijakan yang mengatur sistem penjaminan mutu dan akreditasi perguruan tinggi.

“Akreditasi unggul yang diperoleh UHO saat ini tidak hanya dibuktikan oleh sertifikat, tetapi bagaimana kita mengubah pola kerja sesuai aturan-aturan terbaru dan terkini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan cara kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Jika sivitas akademika masih menggunakan pola lama sebelum UHO meraih akreditasi unggul, maka dikhawatirkan institusi akan kesulitan beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan tuntutan mutu yang terus meningkat.

“Pastinya kita harus menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Kalau tetap menggunakan cara lama, sementara aturan terus berubah, maka kita khawatir ke depan tidak mampu beradaptasi dan mempertahankan capaian akreditasi yang sudah diraih,” katanya.

Menurutnya, saat ini berbagai ketentuan dan standar mutu terus berkembang, termasuk pada lembaga akreditasi mandiri (LAM) yang menangani penilaian program studi. Kondisi tersebut menuntut seluruh unit kerja dan program studi untuk lebih cepat menyesuaikan diri.

“Sekarang banyak sekali aturan yang berubah dan diikuti dengan tuntutan yang semakin tinggi. Sehingga kita harus membiasakan diri agar lebih cepat beradaptasi,” jelasnya.

Karena itu, UHO terus mendorong seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola program studi untuk tidak berpuas diri dengan status akreditasi unggul yang telah diperoleh.

“Inilah yang terus kita upayakan. Teman-teman jangan diam, tetapi juga jangan merasa puas dengan akreditasi unggul ini. Justru ini menjadi titik awal bagi kita untuk terus berusaha mempertahankan dan memperjuangkannya agar berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap semangat perbaikan berkelanjutan dapat menjadi budaya kerja di lingkungan UHO sehingga kualitas tata kelola, layanan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terus meningkat seiring perkembangan standar pendidikan tinggi nasional.   (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *