Empat Prodi UHO Bersiap Jalani Akreditasi Internasional, Asesor ASIIN Jerman Dijadwalkan Datang Juni Ini

Berita Utama1002 Dilihat

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat langkah menuju kampus berdaya saing global. Dalam waktu dekat, empat program studi (Prodi) di lingkungan UHO akan menjalani proses akreditasi internasional oleh lembaga akreditasi ASIIN dari Jerman.

Empat Prodi tersebut berasal dari tiga fakultas, yakni satu Prodi di Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), satu Prodi di Fakultas Pertanian (FP), serta dua Prodi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Edward Ngii, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa tim asesor dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) dijadwalkan berada di UHO pada 23–27 Juni 2026 untuk melakukan asesmen terhadap empat program studi tersebut.

“Jadi FHIL ada satu Prodi, Pertanian ada satu Prodi, dan FMIPA ada dua Prodi. Setiap Prodi itu mempunyai tim asesor yang berbeda-beda,” ujar Prof. Edward.

Menurutnya, proses asesmen internasional tersebut menjadi bukti bahwa UHO kini tidak hanya berfokus pada akreditasi nasional, tetapi juga mulai aktif berkompetisi pada level internasional.

Sebelum melakukan penilaian di tingkat program studi, tim asesor akan terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan unsur pimpinan universitas. Selanjutnya, mereka akan mengunjungi fakultas dan program studi terkait untuk meninjau berbagai aspek, mulai dari standar akademik, sarana dan prasarana, laboratorium, hingga proses pembelajaran.

“Mereka akan melihat apakah seluruh standar yang diterapkan sudah sesuai dengan standar internasional atau belum,” jelasnya.

Prof. Edward menegaskan pentingnya membangun orientasi global di seluruh unit akademik. Karena itu, ia berpesan kepada seluruh pemangku kebijakan di tingkat fakultas dan program studi agar mempersiapkan diri dengan baik menghadapi tuntutan pendidikan tinggi global.

“Kami berpesan kepada seluruh Prodi agar para pengambil kebijakan, mulai dari dekan, wakil dekan, ketua jurusan, kepala program studi hingga kepala laboratorium, memiliki orientasi global yang tidak bisa lagi kita abaikan saat ini,” katanya.

Ia menilai hampir seluruh perguruan tinggi saat ini bergerak menuju pengakuan internasional dan berupaya mengambil peran dalam persaingan global. Jika pada level nasional UHO telah memiliki pengalaman dan pemahaman yang cukup, maka untuk level internasional masih diperlukan proses belajar dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan.

“Kalau level nasional sudah banyak dan UHO sudah memahami caranya. Namun untuk akreditasi internasional, kita masih perlu banyak belajar. Jangan sampai negara-negara yang setara dengan Indonesia justru lebih maju, padahal kita memiliki sumber daya manusia yang sangat mumpuni,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya internasionalisasi yang sedang dilakukan, UHO berharap dapat meningkatkan reputasi akademiknya di tingkat dunia. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi universitas untuk memperbaiki posisi dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi global.

“Oleh karena itu, kita akan terus membiasakan diri agar universitas ini, termasuk dalam hal pemeringkatan, dapat masuk ke kategori world class university,” pungkasnya. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *