Delegasi UCLG ASPAC 2026 Tanam Pohon di Kebun Raya Kendari, Simbol Komitmen Jaga Lingkungan

Berita Utama1027 Dilihat

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Delegasi negara peserta United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 melakukan penanaman pohon di kawasan Kebun Raya Kendari, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi antar kota di kawasan Asia Pasifik dalam menghadapi perubahan iklim global.

Penanaman pohon berlangsung di tengah suasana hujan yang mengguyur kawasan Kebun Raya Kendari. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan khidmat dan penuh antusiasme dari para delegasi internasional, kepala daerah, hingga tamu undangan yang hadir.

Para delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik tampak tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan meski cuaca kurang bersahabat. Dengan mengenakan payung, mereka bergantian menanam bibit pohon lokal khas Sulawesi Tenggara seperti kayu eboni, ruruhi, kayu langsat, hingga lobe-lobe di area Kebun Raya Kendari.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti pembangunan Tugu UCLG ASPAC oleh Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Usai penandatanganan, Wali Kota Kendari menyerahkan bibit pohon kepada Sekjen UCLG ASPAC dan Wakil Gubernur Sultra sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan bersama yang menjadi bagian dari agenda internasional tersebut.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., mengatakan penanaman pohon itu merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap isu perubahan iklim yang saat ini menjadi tantangan global bagi seluruh kota di dunia.

“Sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini, Kota Kendari berkomitmen untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Siska dalam sambutannya menggunakan Bahasa Inggris.

Menurutnya, Kebun Raya Kendari merupakan salah satu aset penting daerah yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati sekaligus ruang terbuka hijau yang memberi manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para delegasi internasional yang telah meluangkan waktu untuk terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan tersebut.

“Partisipasi para delegasi dalam menanam pohon hari ini menjadi simbol persahabatan global dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan bumi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi mengungkapkan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat dan Pemerintah Kota Kendari dalam menyambut para tamu internasional.

Ia menyebut aksi penanaman pohon telah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan UCLG ASPAC sebagai pengingat bahwa pembangunan kota harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kita datang menggunakan penerbangan yang menghasilkan emisi karbon. Karena itu, menanam pohon menjadi pesan bahwa kita peduli terhadap lingkungan dan masa depan planet ini,” ujar Bernadia menggunakan bahasa Inggris.

Menurutnya, ruang terbuka hijau di banyak kota saat ini terus berkurang akibat pertumbuhan urbanisasi. Karena itu, seluruh pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Bernadia juga menilai Kota Kendari memiliki perkembangan yang cukup pesat dan berpotensi menjadi salah satu kota hijau di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan penghijauan tersebut berlangsung penuh keakraban. Para delegasi tampak saling berinteraksi sambil menanam pohon bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang hadir.

Melalui aksi sederhana tersebut, UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari tidak hanya menjadi forum diplomasi antar kota, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan iklim, dan masa depan pembangunan perkotaan yang lebih hijau. (red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *