HaluOleoNews.ID, KENDARI – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti kawasan terdampak banjir di Kali Wanggu, Kota Kendari, saat Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman datang meninjau langsung kondisi warga, Selasa (12/5/2026).
Bukan hanya membawa bantuan untuk sektor pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat, Mentan RI juga memberikan kejutan tak terduga bagi anak-anak di lokasi pengungsian.
Di tengah kerumunan warga, Amran terlihat membagikan uang tunai kepada anak-anak yang berada di kawasan terdampak banjir. Jumlahnya pun tidak sedikit. Setiap anak menerima bantuan sebesar Rp2 juta.
Momen itu langsung disambut antusias warga. Anak-anak yang sejak beberapa hari terakhir berada di lokasi banjir tampak sumringah menerima bantuan tersebut.
Terlihat puluhan anak berbaris sambil didampingi orang tua mereka. Suasana pun berubah hangat dengan sorak gembira warga yang tak menyangka anak-anak mereka mendapat bantuan langsung dari Menteri Pertanian.
Salah seorang warga, Tasya, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterima kedua anaknya. Ia mengatakan total bantuan yang diterima keluarganya mencapai Rp4 juta.
“Senang sekali, tidak sangka anak-anak dikasih bantuan uang tunai langsung. Dua anak saya dapat Rp4 juta,” ujarnya dengan wajah bahagia.
Menurut Tasya, uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan anak-anaknya selama berada di pengungsian, mulai dari membeli susu, popok hingga pakaian.
“Rencananya buat beli susu, popok, sama baju anak-anak,” katanya.
Ia juga menceritakan, sejak banjir melanda kawasan Kali Wanggu, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara disebut aktif menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
“Selama ini ada bantuan dari Pemkot dan Pemprov seperti makanan siap saji, popok, beras dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sejumlah relawan dan instansi juga terus datang membantu warga sejak hari pertama banjir terjadi.
Saat ini, Tasya bersama keluarganya masih bertahan di tenda pengungsian yang ditempati enam kepala keluarga.
Meski kondisi belum sepenuhnya pulih, perhatian dari pemerintah dan bantuan yang terus berdatangan membuat warga merasa tidak sendiri menghadapi musibah banjir tersebut.












