HaluOleoNews.ID, KENDARI – Komitmen menghadirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus diperkuat melalui program Sekolah Unggul Garuda. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sultra, Prof. Aris Badara menegaskan, para calon siswa Sekolah Garuda diproyeksikan menjadi generasi berdaya saing global yang mampu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik luar negeri hingga berkarier di kancah internasional.
Menurutnya, Sekolah Unggul Garuda tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan menengah biasa, tetapi dirancang sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya talenta-talenta terbaik daerah. Kurikulum, pembinaan karakter, hingga penguatan kompetensi akademik disusun secara terarah agar para siswa memiliki kesiapan menghadapi seleksi perguruan tinggi ternama di luar negeri.
“Calon siswa Sekolah Garuda ini kita persiapkan menjadi SDM unggul. Targetnya bukan hanya masuk perguruan tinggi terbaik di dalam negeri, tetapi juga luar negeri, bahkan berkarier di luar negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Sultra ingin memastikan generasi muda memiliki akses dan kesiapan untuk bersaing secara global.
Sebagai bentuk keseriusan, para siswa Sekolah Garuda nantinya akan dibekali kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, melalui program persiapan TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Kemampuan bahasa dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk menembus perguruan tinggi internasional.
“Kita sudah menjalin kerja sama dengan Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa Universitas Halu Oleo untuk pembekalan TOEFL bagi siswa. Ini bagian dari ikhtiar kita agar mereka benar-benar siap bersaing,” ungkapnya.
Dengan dukungan tenaga pengajar profesional dari UPA Bahasa UHO, siswa diharapkan mampu mencapai skor TOEFL yang memenuhi standar masuk perguruan tinggi luar negeri.
Selain penguatan bahasa, Disdikbud Sultra juga tengah merancang sistem pembinaan akademik berbasis minat dan bakat. Setiap siswa akan dipetakan potensinya sejak awal, sehingga proses pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan cita-cita masing-masing. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus membangun kepercayaan diri siswa.
Tidak hanya aspek akademik, Sekolah Unggul Garuda juga akan menanamkan nilai kepemimpinan, integritas, serta wawasan kebangsaan. Pemerintah daerah berharap, ketika para lulusan melanjutkan studi atau berkarier di luar negeri, mereka tetap membawa identitas dan semangat membangun daerah asalnya.
“Harapannya, ketika mereka sukses di luar negeri, mereka bisa kembali dan berkontribusi membangun Sultra. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki komitmen terhadap daerah,” tambahnya.
Program Sekolah Unggul Garuda menjadi salah satu strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Sultra dalam mempersiapkan generasi emas daerah. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi seperti UHO, diharapkan cita-cita melahirkan SDM berkelas dunia dari Bumi Anoa dapat terwujud secara nyata.
Melalui langkah ini, Sultra tidak hanya berupaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mendorong anak-anak daerah berani bermimpi besar dan mampu mewujudkannya di panggung global. (red)






