HaluOleoNews.ID, KENDARI — Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari melalui kegiatan Kampanye Anti Kekerasan terhadap Anak di SDN 93 Kendari, Kelurahan Kambu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi dan organisasi, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, PKK Kota Kendari, serta Forum Anak Kota Kendari (Fantari).
Plt. Kepala DP3A Kota Kendari, Sasriati mengatakan, kampanye tersebut merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah dalam menekan kasus kekerasan terhadap anak yang hingga kini masih menjadi perhatian serius.
Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran anak sejak dini mengenai bentuk-bentuk kekerasan, cara melindungi diri, hingga keberanian melapor apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.
“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan terhadap kekerasan, terutama kekerasan pada anak. Karena itu kami melaksanakan kampanye anti kekerasan dengan melibatkan berbagai pihak agar edukasi yang diberikan lebih luas dan efektif,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para siswa mendapat edukasi tentang perlindungan diri, bahaya perundungan atau bullying, kekerasan fisik maupun verbal, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu masa depan anak-anak.
BNN Kota Kendari turut memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika dan pentingnya menjaga lingkungan pergaulan yang sehat sejak usia dini.
Sementara itu, Forum Anak Kota Kendari ikut terlibat dalam penyampaian edukasi dengan pendekatan yang lebih dekat kepada anak-anak melalui komunikasi interaktif dan permainan edukatif.
DP3A Kota Kendari menilai keterlibatan berbagai pihak dalam kampanye tersebut menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan ramah anak di Kota Kendari.
Selain memberikan pemahaman kepada siswa, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran sekolah dan keluarga dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Pemerintah Kota Kendari sendiri terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak.
Melalui kampanye itu, pemerintah berharap anak-anak tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga memiliki keberanian untuk berbicara dan mencari bantuan apabila mengalami tindakan kekerasan di lingkungan sekitar mereka. (Red)











