FKIP UHO Teken MoU dengan IPMI

HaluoleoNews.ID, KENDARI- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan Momerandum of Understanding (MoU) dengan Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) tentang pengembangan keterampilan profesional bidang kepariwisataan.

Meliputi, pelatihan, Praktik Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian maupun pertemuan (forum) ilmiah dan yang lainnya.

Dekan FKIP UHO diwakili Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Dr Aderlaepe mengatakan, bahwa sebagai tindak lanjut dari MoU antara FKIP UHO dengan IPMI pihaknya melakukan sertifikasi kepariwisataan khususnya pemandu museum kepada 47 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO dengan melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) Pramuwisata Indonesia (Pramindo) yang diselenggarakan pada 27 Mei 2023 lalu.

Ia menjelaskan, kerja sama ini bertujuan mengembangkan kemampuan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak secara maksimal dan sebaik- baiknya agar lebih berhasil dalam pembinaan dan pengembangan Soft Skill dibidang pariwisata pada kedua lembaga.

Sambung dia, khususnya dalam mengembangkan potensi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP yang bergerak dibidang pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat.

“Kegiatan lainnya kedepan sebagai tindak lanjut dari MoU ini salah satunya mahasiswa bisa magang di museum yang beralamat di Museum Sejarah Jakarta, Jl. Taman Fatahilah No.1 Kawasan Kota Tua Jakarta Barat, yang merupakan bagian dari IPMI. Apalagi Ketua IPMI sudah membuka ‘kerang’ terkait dengan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UHO,” ujarnya, Senin (29/5/2023).

Suasana penandatanganan MoU antara FKIP UHO (kanan) dengan IPMI.

Ia menuturkan, MoU ini juga merupakan implementasi program merdeka belajar yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dimana mahasiswa dibolehkan atau diimbau mengambil  mata kuliah 60 Satuan Kredit Semester (SKS) di luar Program Studi (Prodi).

Ditambah lanjut dia, banyaknya alumni Perguruan Tinggi (PT) yang berkerja tidak sesuai dengan jurusannya. Makanya Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris selain menggodok dan mempersiapkan mahasiswanya menjadi calon guru, alternatifnya mereka (alumni) bisa menjadi Pemandi museum dan wisata lokal serta lainnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) IPMI, Amat Kusnaini Al Alexs berharap, adanya kerja sama ini bisa berjalan dengan lebih baik lagi dalam hal Pembimbingan dan memberikan motivasi kepada para mahasiswa FKIP UHO, serta kegiatan IPMA dengan FKIP dapat berlanjut terus dengan berbagai program yang IPMA bisa membantu.

Seperti beber dia, program pengembangan destinasi wisata. Selain itu, IPMI sendiri siap mendukung program- program yang digagas oleh FKIP khususnya Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO, sehingga mereka dapat merasakan keuntungan dengan kerja sama dengan IPMI.

“Semoga saya diberikan kesehatan selalu oleh Allah SWT, sehingga IPMI dapat terus memberikan kontribusi kepada peningkatan dan pengembangan pariwisata yang ada di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra),” pungkasnya.

 

Reporter : La Ode Hamid

Editor      : Anshar

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *