HaluOleoNews.ID, KENDARI- Pemerintah Kota Kendari resmi menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir meluas di sejumlah wilayah dan berdampak pada ribuan warga. Penetapan tersebut langsung diikuti langkah cepat lintas sektor dengan memulai penanganan darurat di kawasan Sungai Wanggu yang disebut menjadi titik utama penyebab banjir di Kota Kendari.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM mengatakan keputusan itu diambil usai rapat koordinasi bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta unsur Forkopimda.
“Per tanggal 11 Mei Pemerintah Kota Kendari sudah menetapkan Kendari tanggap bencana,” ujar Siska usai meninjau lokasi banjir bersama jajaran pemerintah dan instansi teknis.
Menurutnya, penanganan awal kini mulai dilakukan dengan menutup sejumlah pintu air atau pintu klep setelah debit air berangsur surut. Selain itu, proses penyedotan air menggunakan pompa juga dilakukan di beberapa titik permukiman warga yang masih tergenang.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian yang sebelumnya meminta adanya penanganan cepat terhadap kawasan banjir di Sungai Wanggu. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR bersama BWS pun mulai menyiapkan pembangunan tanggul darurat sebagai solusi jangka pendek.
Siska menjelaskan kawasan Sungai Wanggu menjadi titik paling krusial karena menjadi jalur utama aliran banjir yang masuk ke Kota Kendari. Kondisi itu membuat sebagian besar wilayah kota terdampak ketika curah hujan tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Kurang lebih 60 persen banjir di Kota Kendari sumber alirannya dari sini, sehingga memang membutuhkan penanganan lebih serius,” katanya.
Ia menyebut pembangunan tanggul akan segera dilakukan secara simultan melalui kolaborasi pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Pemerintah berharap proses administrasi dan pekerjaan fisik dapat berjalan bersamaan agar penanganan tidak berlarut-larut.
Dalam peninjauan malam hari di lokasi banjir, Wali Kota juga mendatangi posko pengungsian warga di bantaran Sungai Wanggu. Di lokasi itu, sejumlah warga memilih bertahan di atas tanggul dan menolak mengungsi jauh dari rumah mereka.
Pemerintah Kota Kendari kemudian menambah bantuan perlengkapan darurat berupa selimut, kelambu, hingga perlengkapan anak-anak atau kids kit bagi para pengungsi. Distribusi makanan untuk warga terdampak juga dipastikan tetap berjalan.
“Sebenarnya sudah diarahkan ke lokasi evakuasi yang lebih aman, tetapi ada warga yang memilih tetap dekat rumahnya,” ungkapnya.
Selain memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, Wali Kota juga mengecek langsung operasional pompa air berkapasitas 250 liter per detik yang digunakan untuk mempercepat surutnya genangan di kawasan permukiman.
Pemerintah Kota Kendari berharap penanganan tanggul dan pengendalian aliran Sungai Wanggu dapat menjadi solusi awal untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini terus berulang setiap musim hujan.
Di akhir keterangannya, Siska mengajak seluruh masyarakat ikut mendoakan agar kondisi cuaca segera membaik dan Kota Kendari terhindar dari bencana yang lebih besar.
“Semoga kota kita Kendari selalu terlindungi dan dijauhkan dari musibah,” tutupnya. (Red)









