IAIN Kendari dan KemenHAM Gelar Penguatan Kapasitas HAM, Dorong Kampus Ramah dan Bebas Diskriminasi

HaluOleoNews.ID, KENDARIIAIN Kendari bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan Wilayah Kerja Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi mahasiswa se-Provinsi Sulawesi Tenggara di Ballroom Gedung Multimedia IAIN Kendari, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan bertema Mewujudkan Lingkungan Perguruan Tinggi yang Ramah HAM tersebut diikuti mahasiswa dari IAIN Kendari bersama perwakilan 11 perguruan tinggi lainnya di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., yang juga tampil sebagai narasumber dengan materi bertajuk Mewujudkan Lingkungan Akademik yang Aman, Bebas dari Kekerasan Seksual, Bullying, dan Bebas Diskriminasi.

Selain itu, Dosen Universitas Sulawesi Tenggara, Linda Fatmawati, turut memberikan materi mengenai HAM sebagai Landasan Perlindungan Hak Cipta di Era Digital.

Dalam sambutannya, Prof. Husain Insawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama Kementerian HAM dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak setiap individu.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Lingkungan akademik tidak boleh memberi ruang bagi kekerasan seksual, bullying, maupun diskriminasi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki peran penting dalam menciptakan budaya kampus yang sehat, toleran, serta menjunjung prinsip keadilan dan kesetaraan.

Karena itu, penguatan kapasitas HAM dinilai penting untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan dan Wilayah Kerja Sulawesi Tenggara, Daniel Rumsowek, menegaskan bahwa menjaga HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa dan selalu hadir dalam setiap momentum penting perjalanan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip HAM menjadi penting agar perjuangan dan kritik sosial yang dilakukan tetap berada pada koridor hukum dan nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Daniel berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai HAM di tengah masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa menjadi pelopor literasi HAM serta penjaga nilai kebhinekaan, persatuan, dan toleransi di tengah dinamika sosial masyarakat saat ini.

“Kami mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan membangun jejaring lintas perguruan tinggi. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat komitmen bersama dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan kemajuan HAM atau P5HAM,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, IAIN Kendari bersama KemenHAM Sulsel Wilker Sultra menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang ramah HAM, inklusif, dan bermartabat.  (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Baca Juga

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita