HaluoleoNews.ID, KENDARI- Inovasi pemanfaatan lahan marginal kawasan pasca tambang mulai mendapat perhatian serius dari generasi muda. Hal ini dibuktikan oleh kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKP-PM) yang diketuai oleh Fitra Oktaviani.
Bersama anggota Irma, Muh. Risal, Go’al Saputra, Refki Mualim, dan Widyaswika Malane. Dengan mengusung judul “Agribisnis Jambu Kristal Berbasis Pemuda dengan Penerapan Teknologi POC Limbah Sawit sebagaiTeknologi Alternatif Pemanfaatan Lahan Marginal Kawasan Tambang”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2025 di Desa Molore, Kecamatan Langikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Mitra kegiatan adalah Karang Taruna Sinar Harapan yang diketuai oleh Arfin.
Program ini bertujuan memberdayakan pemuda desa untuk mengembangkan budidaya jambu kristaldi lahan kurang produktif dengan teknologi ramahlingkungan, yaitu penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis limbah kelapa sawit.
Menurut Fitra Oktaviani, teknologi ini mampu meningkatkankesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. “Kami ingin membuktikan bahwa lahan marginal pasca tambang masih bisa dioptimalkan untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi, jika dikelola dengan teknologi tepat guna,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sinar Harapan, Arfin menyambut baik program ini, katanya, karena sejalan dengan upaya desa dalam membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.
“Kami berharap jambu kristal ini bisa menjadi komoditas unggulan desa, sekaligus mengubah wajah lahan bekas tambang menjadi produktif,” katanya.
Kegiatan ini meliputi pelatihan teknis budidaya, pembuatan dan aplikasi POC limbah sawit, serta pendampingan manajemen agribisnis. Diharapkan, program ini menjadil angkah awal transformasi Desa Molore menuju sentra agribisnis berbasis pemuda yang inovatif dan berkelanjutan.
Dosen pembimbing Program, Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi Yang juga menjabat Wakil Rektor (WR) I Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari mengatakan bahwa program inimerupakan program yang sangat baik karena berbasis pemanfaatan limbah pengolahan kelapa sawit dan digunakand alam usaha ekonomi produktif usaha tani jambu kristal yang sekaligus berfungsi dalam menjaga kualitas lingkungan Kawasan tambang.
“Harapan kedepan dapat menjadi alternatif dalam Rehabilitasi lahan bekas tambang, untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi ekosistem di area yang telah dieksploitasi untuk kegiatan pertambangan,“ ungkapnya.
Tujuannya adalah mengurangi dampak negatif kegiatan tambang dan mengembalikan lahan ke kondisi alaminya atau fungsi yang lebih produktif. Program ini Adalah Program yang dibiayai oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisainstek) tahun 2025. (red)












