HaluOleoNews.ID, KENDARI – Sekolah Unggul Garuda Sulawesi Tenggara yang berlokasi di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menjadi salah satu sekolah yang paling diminati di Sulawesi Tenggara (Sultra). Tingginya animo masyarakat terlihat dari banyaknya pendaftar yang tidak hanya berasal dari Kota Kendari, tetapi juga dari berbagai kabupaten di Bumi Anoa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Prof. Aris Badara, menyampaikan bahwa proses penjaringan calon siswa dilakukan secara ketat oleh para kepala sekolah (kasek) yang terlibat dalam seleksi.
Menurutnya, terdapat sejumlah indikator penting dalam proses seleksi, salah satunya kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan nilai TOEFL. Standar yang diterapkan bahkan disebut setara dengan persyaratan masuk perguruan tinggi terbaik.
“Kalau pendaftaran siswa untuk Sekolah Garuda masih berjalan terus, kita belum bisa memberikan data yang akurat terkait jumlah pendaftar. Tapi yang pasti kuotanya itu 160 siswa,” ujarnya belum lama ini.
Ia menambahkan, kualitas menjadi prioritas utama dalam penerimaan siswa. Sekolah ini dirancang sebagai lembaga pendidikan unggulan dengan fokus pada penguatan sains dan teknologi, serta diproyeksikan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing hingga ke perguruan tinggi top dunia.
Diketahui, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Sultra untuk tahun ajaran 2026 resmi dibuka sejak 5 Februari dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi smaunggulgaruda.id atau smaunggulgaruda.kemendiktisaintek.go.id.
Sekolah yang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sultra dan dihibahkan kepada pemerintah pusat tersebut menawarkan program beasiswa penuh atau gratis hingga lulus bagi seluruh siswa yang diterima.
Adapun tahapan seleksi meliputi pendaftaran online dengan pengunggahan dokumen persyaratan, seleksi administrasi, tes akademik mencakup mata pelajaran inti seperti Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris, tes psikologi untuk mengukur potensi dan kepribadian, hingga tahap wawancara guna menggali motivasi serta minat calon siswa.
Dengan kuota terbatas hanya 160 siswa, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Karena itu, calon siswa yang berminat disarankan segera melengkapi persyaratan dan mendaftar melalui situs resmi sebelum batas waktu berakhir.
Prof. Aris berharap kehadiran Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan dapat menjadi pusat lahirnya generasi unggul Sulawesi Tenggara yang berdaya saing global, sekaligus menjadi kebanggaan daerah di bidang pendidikan. (red)






