HaluoleoNews.ID, KENDARI- Dalam rangka persiapan akreditasi Internasional Program Studi (Prodi). Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Halu Oleo (UHO) mengadakan pertemuan teknis (technical meeting) bersama Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) Office secara online baru- baru ini.
Agenda pertemuan ini membahas persiapan untuk akreditasi internasional Prodi di lingkungan kampus hijau itu. Kehadiran FIBAA dalam pertemuan ini menandai komitmen mereka dalam membantu UHO dalam upaya akreditasi internasional yang diinginkan.
Ditemui usai pertemuan teknis, Ketua LPPMP UHO, Dr. La Ode Santiaji menjelaskan bahwa proses menuju akreditasi internasional FIBAA oleh UHO melibatkan serangkaian langkah penting yang harus dijalani dengan cermat dan teliti.
Sebutnya. langkah-langkah tersebut mencakup. Pertama, Permintaan Informasi: UHO mengambil langkah awal dengan mengajukan permintaan informasi kepada FIBAA. Permintaan ini menandakan minat kuat UHO dalam memperoleh pengakuan internasional atas kualitas pendidikannya.
Kedua, Penyusunan Laporan Evaluasi Diri: UHO menyusun laporan evaluasi diri yang komprehensif. Laporan ini merupakan gambaran menyeluruh tentang berbagai aspek yang terkait dengan program-program studi, fasilitas, sumber daya, dan kurikulum di UHO.
Ketiga, Penunjukan Tim Ahli FIBAA: FIBAA memilih dan menunjuk tim ahli yang terdiri dari pakar-pakar di bidang pendidikan tinggi dan administrasi bisnis. Tim ini akan bertanggung jawab melakukan evaluasi mendalam terhadap UHO.
Keempat, Kunjungan ke Lokasi: Tim ahli FIBAA melakukan kunjungan langsung ke UHO untuk melihat langsung fasilitas, bertemu dengan staf, dosen, dan mahasiswa, serta melakukan penilaian terhadap berbagai aspek kualitas pendidikan di universitas tersebut.
Keenam, Penyusunan Laporan: Setelah kunjungan, tim ahli FIBAA menyusun laporan evaluasi yang mencerminkan temuan dan analisis mereka terhadap UHO. Laporan ini menjadi dasar bagi keputusan akhir FIBAA.
“Ketujuh, Pembuatan Keputusan. Dimana, berdasarkan laporan evaluasi, FIBAA membuat keputusan akhir apakah Program Studi di UHO memenuhi standar akreditasi internasional atau tidak. Keputusan ini penting dalam menentukan status akreditasi UHO di tingkat internasional,” ujarnya.
Secara teknis, Kepala Pusat Pemeringkatan Perguruan Tinggi dan Peningkatan Akreditasi, Dr. Weka Gusmiarty, menjelaskan bahwa pertemuan teknis ini menyoroti berbagai aspek penting, termasuk pencahayaan, kelancaran jaringan, dan kejelasan audio.
FIBAA menegaskan pentingnya kehadiran dan partisipasi aktif dari semua pihak terlibat dalam ruang telekonferensi, sambil memastikan bahwa peserta yang bergabung dari lokasi lain wajib menyalakan kamera dan menjalani tes untuk memastikan kualitas audio yang baik.
UDr. Weka Gusmiarty menambahkan bahwa selain pertemuan teknis ini, juga dijadwalkan kunjungan (visitation) dari FIBAA pada 22 Mei 2024, pukul 14.00 WITA. Kedua agenda ini menjadi langkah awal yang krusial dalam mempersiapkan UHO menuju standar kualitas pendidikan yang diakui secara internasional.
Beliau menyoroti pentingnya visitasi daring yang dijadwalkan pada tanggal 22 Mei 2024 oleh FIBAA. Dalam pernyataannya, Dr. Weka menggarisbawahi bahwa kehadiran tim FIBAA dalam visitasi tersebut akan memiliki dampak yang signifikan terhadap harapan beberapa Prodi UHO yang sedang mengikuti proses akreditasi.
“Hasil dari visitasi daring ini akan menjadi penentu utama apakah program-program studi tersebut memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh FIBAA untuk akreditasi internasional. Dengan demikian, keberhasilan UHO dalam memperoleh akreditasi internasional FIBAA akan sangat ditentukan oleh hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh tim ahli FIBAA pada 22 Mei 2024,” ucapnya.
Pernyataan ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya momen krusial tersebut dalam perjalanan UHO menuju standar kualitas pendidikan yang diakui secara internasional. Keputusan akhir FIBAA atas hasil visitasi tersebut akan memiliki dampak yang besar bagi reputasi dan kualitas pendidikan di UHO serta harapan program-program studi yang sedang mengikuti proses akreditasi.
Akhir penjelasannya, Dr. Weka Gusmiarty berharap kerjasama dan komitmen semua pihak, UHO akan mampu menghadapi tantangan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh FIBAA untuk mendapatkan akreditasi internasional yang diinginkan. (red)









