HaluOleoNews.ID, KENDARI – Kepercayaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap kualitas mahasiswa dan tata kelola pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari kembali dibuktikan melalui alokasi 55 kuota Beasiswa Pendidikan Kebanksentralan tahun 2026.
Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tenggara yang secara konsisten memperoleh program tersebut, STIE 66 Kendari terus membuka peluang lebih besar bagi mahasiswanya untuk mendapatkan bantuan pendidikan sekaligus pembinaan kepemimpinan dari Bank Indonesia.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, S.E., M.S, mengatakan Beasiswa Bank Indonesia merupakan program strategis yang tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan kuliah, tetapi juga memberikan pengalaman pengembangan diri melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan BI.
“Untuk perguruan tinggi swasta, STIE 66 Kendari menjadi kampus yang rutin mendapatkan kuota Beasiswa Kebanksentralan dari Bank Indonesia. Ini menjadi salah satu keunggulan kami karena mahasiswa memiliki banyak akses beasiswa yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Pada tahun 2026, STIE 66 Kendari mendapatkan kuota sebanyak 55 penerima beasiswa. Namun, proses seleksi tetap dilakukan secara ketat oleh pihak Bank Indonesia.
Menurut Abdul Aziz, kampus hanya bertugas mengusulkan nama calon penerima dengan perbandingan satu banding tiga dari jumlah kuota yang tersedia.
“Kalau kuotanya 55 orang, maka kami mengusulkan sekitar 165 mahasiswa. Setelah itu pihak Bank Indonesia yang melakukan wawancara dan seleksi hingga menetapkan penerima akhir,” jelasnya.
Ia menerangkan, mahasiswa yang dapat diusulkan sebagai calon penerima harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 serta berada pada rentang semester tiga hingga semester tujuh.
Mahasiswa yang lolos seleksi akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp6 juta per semester selama empat semester atau dua tahun masa studi.
“Program ini diberikan mulai semester tiga sampai semester tujuh. Besaran bantuannya Rp6 juta per semester dan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan biaya kuliah, penerima Beasiswa Bank Indonesia juga tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang mendapatkan berbagai pelatihan kepemimpinan, peningkatan kapasitas diri, serta keterlibatan dalam sejumlah kegiatan Bank Indonesia.
“Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya menerima bantuan dana, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kesempatan memperluas jaringan. Bahkan banyak alumni GenBI yang kemudian mendapat kesempatan bekerja sebagai tenaga kontrak di Bank Indonesia,” ungkapnya.
Selain Beasiswa Bank Indonesia, mahasiswa STIE 66 Kendari juga berkesempatan memperoleh berbagai program bantuan pendidikan lainnya, seperti KIP Kuliah, beasiswa pemerintah daerah, hingga program Beasiswa Cerdas Sultraku dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan berbagai program beasiswa tersebut, STIE 66 Kendari optimistis dapat terus meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara sekaligus mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di dunia kerja. (red)






