HaluOleoNews.ID, KENDARI- Universitas Halu Oleo (UHO) kini resmi mengubah pola pelaksanaan wisuda dari sistem periodesasi menjadi sistem kuota. Perubahan ini dilakukan sebagai respons atas tuntutan penyelenggaraan wisuda yang lebih inklusif.
Khususnya dengan melibatkan orang tua wisudawan di dalam Gedung Auditorium Mokodompit serta percepatan penyelesaian data akademik mahasiswa.
Pelaksana tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M mengungkapkan, bahwa Sebelumnya wisuda UHO masuk dalam kalender akademik dengan sistem periodesasi, yakni empat kali dalam setahun.
Namun, kebijakan baru menetapkan bahwa wisuda tidak lagi berbasis periode, melainkan berdasarkan kuota peserta. Di mana telah menetapkan kuota sebanyak 750 wisudawan untuk setiap pelaksanaan wisuda.
“Pendaftaran dibuka secara terbuka, dan setiap calon wisudawan yang mendaftar akan langsung melalui proses klarifikasi dan klirens data akademik, termasuk penerbitan nomor ijazah dan dokumen Ijasah,” ungkapnya belum lama ini.
Begitu kuota 750 orang terpenuhi, bebernya, maka waktu wisuda akan langsung ditetapkan dan peserta diundang secara resmi. Dengan sistem ini, pelaksanaan wisuda bersifat fleksibel dan dapat berlangsung setiap dua bulan sekali, tergantung pada kecepatan pemenuhan kuota.
Perubahan sistem wisuda ini juga berdampak pada mekanisme yudisium. Jika sebelumnya yudisium dilakukan secara kolektif, kini kebijakan tersebut ditiadakan. Yudisium dilakukan setiap mahasiswa selesai ujian, kemudian langsung diusulkan dan diklirens datanya agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Setelah seluruh proses administrasi rampung, dokumen ijasah diterbitkan, dan mahasiswa akan masuk dalam daftar tunggu wisuda hingga kuota terpenuhi. Kebijakan baru ini diharapkan mampu mempercepat layanan akademik, meningkatkan ketertiban data, serta memberikan pengalaman wisuda yang lebih tertib dan representatif bagi mahasiswa dan orang tua. (Red)






