HaluoleoNews.ID, KENDARI- Sebagai salah satu upaya untuk mendorong para pelaku usaha agar bersegera berinvestasi di Bumi Anoa (sebutan untuk Sulawesi Tenggara atau Sultra), baik dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Menurut Sekda Sultra, besarnya potensi investasi di Sultra dapat dilihat dari Sumber Daya Alam (SDM) yang melimpah, mulai dari pertambangan, perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pariwisata. Diantaranya, nikel yang tersebar di Kolaka, Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel).
Selanjutnya, Konawe Kepulauan (Konkep), Buton, Baubau, Kolaka Utara (Kolut), dab Kolaka Timur (Kaltim). Sedangkan Emas tersebar di Kolaka, Konawe, Bombana. Batu Gamping tersebar di Konawe dan Buton Selatan (Busel). Aspal tersebar di Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Utara (Butur). Batu Kapur tersebar di Muna, Muna Barat (Mubar), Buton Tengah (Buteng).
Batu Bara tersebar di Kolaka, Kolut, dan Koltim. Mangan dan Mutiara tersebar di Buton. Pasir tersebar di Kendari dan Kolaka. Marmer, biji besi, Onix, Magnesit ada di Kolaka. Untuk SDA bidang perikanan, Karamba dan jaring apung tersebar di Kolaka, Bombana, Konut, Wakatobi, Konsel, Kendari dan Konkep. Budidaya Rumput Laut tersebar di Kolaka, Konawe, Bombana, dan Konut. Budidaya Udang ada di Konawe.
Sentra produksi perikanan ada di Buton, Gurita dan Terumbu Karang ada di Wakatobi. Budidaya Ikan Air Tawar tersebar di Muna, Busel, Kolut, Mubar, Buteng, dan Koltim. Perikanan Tangkap Ikan Pelagis ada di Baubau. Budidaya Ikan Kerapu, Tuna dan Cakalang tersebar di Buton, Muna, Busel, Kolut, Butur, Mubar, dan Buteng.

Untuk SDA Bidang Pertanian, padi, jagung, ubi, bawang, cabai, kacang, kedelai dan wortel tersebar di Kolaka, Bombana, Kendari, Konut, Konsel, Buton, Wakatobi, Baubau, Muna, Busel, Kolut, Mubar, Buteng, Koltim. Perkebunan, kakao, jambu mete, kelapa, cengkeh, kopi, vanili, dan sagu tersebar di Konawe, Bombana, Wakatobi, Kolaka Utara, Koltim.
Hutan, pohon jati dan rotan tersebar di Muna, Busel, Butur, dan Mubar. SDA bidang Pariwisata, wisata alam tersebar di Kolaka, Konut, Konsel, Konkep, Buton, Busel, Wakatobi, Baubau, dan Koltim. Wisata Budaya tersebar di Buton, Baubau, Muna, Busel, Kolut, Butur, Mubar, dan Buteng. Wisata Bahari tersebar di Konawe, Bombana, Konut, Konsel, Konkep, Buton, Wakatobi, Baubau, Muna, Busel, Kolut, Butur, Mubar, dan Buteng.
Wisata Kuliner Lokal tersebar di Muna, Butur, Mubar, Buteng. Wisata Agro ada di Kendari. Wisata Religi ada di Busel. Wisata Sejarah tersebar di Kendari, Baubau, dan Busel. Sedangkan Wisata Pulau ada di Kolaka.
Ia mengungkapkan, berbagai potensi investasi yang dimiliki daerah lain juga ada di Sultra, namun tidak semua potensi yang dimiliki Sultra, dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Terlebih, Sultra juga termasuk daerah yang aman, nyaman, heterogen, toleran, dan memiliki kondisi yang layak untuk dijadikan tujuan investasi yang menarik, dengan iklim investasi yang mestinya juga berdaya saing.
“Sudah sepatutnya jika masyarakat Sultra ini sejahtera, tidak layak ada kemiskinan ekstrim di negeri kaya raya ini. Seyogyanya sektor investasi memberi kontribusi besar dalam perhitungan produk domestik regional bruto (PDRB) membuka lapangan kerja yang luas, mengentaskan pengangguran, dan kemiskinan juga meningkatkan daya beli masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) Sultra, Parinringi, S.E., M.Si mengungkapkan, bahwa pihaknya terus mendorong dan memberikan edukasi kepada para pelaku usaha tentang sistem perizinan.
Selanjutnya, kendala- kendala yang sering dialami para pengusaha ini terkait dengan perizinan dasar, masalah lingkungan termasuk di dalam rangkaian perencanaan.
“Makanya di dalam edukasi para pelaku usaha ini, kita melibatkan pihak Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” pungkasnya. (Adv)






