HaluOleoNews.ID, KENDARI – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Koordinator Program Studi (Prodi), Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, serta pengelola penjaminan mutu di lingkungan fakultas.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., dan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr., dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam sambutannya, Prof. La Ode Santiaji Bande menegaskan bahwa pelatihan SPMI menjadi sangat penting di tengah adanya sejumlah perubahan kebijakan terkait sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
Menurutnya, para koordinator program studi, wakil dekan bidang akademik dan kerja sama, serta pengelola penjaminan mutu merupakan garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik, termasuk mempertahankan capaian akreditasi unggul yang telah diraih UHO.
“Pelatihan ini sangat penting karena ada beberapa perubahan mendasar terkait penjaminan mutu. Ini menjadi catatan penting bagi seluruh peserta agar memahami arah kebijakan baru dan mampu mempertahankan akreditasi unggul yang telah dimiliki UHO,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pihak-pihak yang nantinya menjadi leading sector dalam mengawal berbagai aspek yang berkaitan dengan akreditasi dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat program studi maupun fakultas.
Kehadiran Prof. Hartanto Nugroho sebagai narasumber dinilai memberikan nilai tambah tersendiri. Selain merupakan akademisi UGM, ia juga dikenal sebagai salah satu penyusun pedoman penjaminan mutu nasional.
“Pengalaman beliau sangat penting bagi kami. Selain itu, praktik-praktik baik yang diterapkan di UGM dapat menjadi referensi bagi UHO dalam menghadapi berbagai perubahan paradigma penjaminan mutu ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua LPMPP UHO, Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya penyusunan dan penyempurnaan dokumen SPMI yang menjadi instrumen penting bagi perguruan tinggi berstatus unggul.
Ia menjelaskan bahwa paradigma penjaminan mutu saat ini telah mengalami perubahan. Perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), tetapi juga diarahkan untuk mencapai standar yang diakui secara global dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semangat penjaminan mutu saat ini bukan sekadar menghasilkan dokumen. Yang terpenting adalah bagaimana hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, capaian UHO saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Selain telah meraih akreditasi institusi unggul, UHO juga memiliki sembilan program studi yang telah terakreditasi internasional dan jumlah tersebut akan terus bertambah.
Dari total 116 program studi yang dimiliki UHO, sebanyak 37 program studi telah meraih akreditasi unggul atau sekitar 32 persen. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi UHO untuk melangkah menuju universitas berkelas dunia (world class university).
“Kita sudah berada pada jalur yang tepat menuju world class university. Target kita saat ini adalah bagaimana UHO dapat sejajar dan bersaing dengan universitas kelas dunia yang telah diperhitungkan dalam berbagai pemeringkatan internasional,” ungkapnya.
Karena itu, pelatihan SPMI dinilai menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan mempercepat adaptasi seluruh unit kerja terhadap regulasi baru di bidang penjaminan mutu.
Ia berharap seluruh unit di lingkungan UHO dapat bergerak bersama memperbaiki standar layanan dan standar akademik yang menjadi acuan dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
“Core business kita adalah pendidikan. Karena itu seluruh unit harus memiliki standar pelayanan yang baik dan terus meningkatkan kualitasnya agar pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat semakin prima,” pungkasnya. (Red)






