Buaya Masuk Permukiman Warga di Laloara, Damkar Kendari Lakukan Evakuasi

HaluOleoNews.ID, KENDARI – Seekor buaya yang memasuki area permukiman warga di Lorong Gembol, Kelurahan Laloara, Kecamatan Kambu, berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Kamis (11/6/2026) pagi.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Safrida pada pukul 07.51 WITA. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa seekor buaya terlihat naik ke darat dan berada di sekitar kawasan permukiman sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Damkar segera bergerak menuju lokasi pada pukul 07.56 WITA menggunakan unit penyelamatan. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.10 WITA setelah menempuh jarak kurang lebih 3,6 kilometer dari Mako Damkar Kota Kendari.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan buaya tersebut telah lebih dahulu diamankan oleh warga dengan cara diikat. Meski demikian, warga tetap merasa khawatir hewan liar tersebut dapat melepaskan diri dan membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Tim Rescue kemudian melakukan proses evakuasi dengan menggunakan perlengkapan penyelamatan berupa sarung tangan dan tali pengaman. Berkat koordinasi yang baik antara petugas dan warga, proses evakuasi berlangsung aman dan lancar.

Komandan Regu Penyelamatan Peleton 2, Darius Simbong, mengatakan tidak ada kendala berarti yang dihadapi selama proses evakuasi berlangsung.

“Buaya berhasil diamankan dan dievakuasi ke Mako Damkar untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Proses evakuasi selesai pada pukul 08.30 WITA dengan kondisi cuaca cerah dan situasi lingkungan yang kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar di sekitar lingkungan permukiman, terutama pada wilayah yang berdekatan dengan habitat alami buaya. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (Red)

Follow Publikasi Kami di Google News: Klik Haluoleo News    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *