HaluOleoNews.ID, KENDARI – Suksesnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Kendari tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan berbagai stakeholder. Salah satu peran penting datang dari Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berkat dukungan tersebut, Kota Kendari kini tercatat sebagai daerah dengan penyelenggaraan GPM terbanyak di Sultra. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kendari, Abdul Rauf, mengatakan bahwa dukungan stakeholder sangat berpengaruh dalam menyukseskan program tersebut, khususnya kontribusi dari BI Sultra.
“Peran BI Sultra sangat membantu dalam pelaksanaan GPM,” ujarnya belum lama ini.
Selain BI Sultra, pelaksanaan GPM juga mendapat dukungan dari Bank Sultra, Baznas, serta para distributor yang turut berperan dalam penyediaan bahan pangan dengan harga murah.
Abdul Rauf menjelaskan, intervensi harga yang dilakukan dalam GPM terbukti efektif. Salah satunya terlihat pada komoditas beras yang mengalami penurunan harga dari Rp58 ribu per 5 kilogram menjadi Rp50 ribu.
“Begitupun bahan pokok lainnya, tentu ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, stakeholder, dan distributor guna memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan mudah dan harga terjangkau.
Pihaknya juga mengingatkan para distributor agar menjual bahan pangan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan akan terus dilakukan bersama satgas pangan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Harapan kita semua pihak terus bekerja sama membantu masyarakat agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (Red)












